SALATIGA,HARIAN7.COM – Robot penyiram tanaman, aplikasi pencegah hoaks, hingga teknologi panel surya berbasis Internet of Things (IoT) menjadi andalan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga dalam Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) PTKIN 2026.

Sebanyak 17 mahasiswa pilihan diterjunkan untuk berkompetisi dalam ajang tingkat nasional tersebut. Mereka akan berlaga pada empat cabang perlombaan, yakni Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ), Karya Tulis Al-Qur’an (KTQ), Robotik, serta Teknologi Konservasi Energi untuk Kampus Hijau Mandiri Energi.

Kompetisi berlangsung pada 3-7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ketua Kontingen sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Salatiga, Prof. Suwardi, mengatakan, inovasi yang dibawa mahasiswa tidak sekadar menjadi karya kompetisi, tetapi juga menawarkan solusi terhadap persoalan sehari-hari dan tantangan lingkungan.

“Inovasi yang diikutkan mahasiswa UIN Salatiga pada OASE 2026 ini sangat menarik, mulai dari prototipe robot penyiram tanaman, aplikasi pencegah hoaks, hingga solar tracker berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat memaksimalkan kerja panel surya,” jelas Suwardi saat pelepasan kontingen, Senin (2/11/2026).

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah teknologi solar tracker. Sistem ini dirancang untuk membantu panel surya memaksimalkan penerimaan sinar matahari sehingga pemanfaatan energi terbarukan dapat lebih optimal.

Selain itu, mahasiswa juga membawa prototipe robot penyiram tanaman dan aplikasi pencegah hoaks. Keduanya menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Rektor UIN Salatiga, Prof. Zakiyuddin Baidhawy, menilai gagasan mahasiswa tersebut sejalan dengan visi kampus serta program prioritas Kementerian Agama terkait ekoteologi.

Menurut dia, perpaduan sains dan nilai-nilai keislaman menjadi pendekatan penting dalam merespons persoalan lingkungan global.

“Melalui inovasi yang diciptakan mahasiswa pada gelaran OASE ini dapat dilihat komitmen UIN Salatiga yang semakin kuat untuk merespons isu-isu lingkungan global melalui pendekatan sains dan keislaman,” tegasnya.

Zakiyuddin optimistis delegasi UIN Salatiga mampu memberikan hasil terbaik. Ia berpesan agar seluruh peserta tampil percaya diri dan tetap menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi.

“Kami berharap para mahasiswa tampil percaya diri, menjaga sportivitas, serta membawa hasil terbaik untuk kampus,” ujarnya.

Diikuti 497 Finalis dari 54 PTKIN

OASE PTKIN merupakan kompetisi ilmiah nasional antarmahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Pada 2026, ajang tersebut diikuti 497 finalis dari 54 PTKIN di seluruh Indonesia dengan mempertandingkan 18 cabang lomba.

Cabang perlombaan terbagi dalam tiga bidang utama, yakni agama, sains, dan riset.

Bidang agama meliputi Sosial Kemasyarakatan, Astronomi Islam atau Ilmu Falak, Karya Tulis Al-Qur’an, Musabaqah Qira’atil Kutub, Musabaqah Fahmil Qur’an, dan Da’i Mahasiswa.

Sementara bidang sains mencakup Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Robotik atau Eco-Robotic Challenge, serta Desain Arsitektur Islam.

Adapun bidang riset meliputi Literasi Inovasi Teknologi, Nanoteknologi dan Kesehatan, Ekoteologi, Energi dan Sumber Daya Manusia Terbarukan, Produk Halal dan Ketahanan Pangan, serta Virtual Trading.

Melalui empat cabang yang diikuti, UIN Salatiga tidak hanya membawa misi meraih prestasi, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa perguruan tinggi Islam mampu mengembangkan gagasan keagamaan, sains, dan teknologi untuk menjawab tantangan zaman.