UNGARAN | HARIAN7.COM – Pemilihan Kepala Desa Lerep kembali menghadirkan figur segar yang membawa angin perubahan bagi kemajuan wilayah setempat.

Dwi Wicaksono SH seorang wirausahawan yang bergerak di bidang pengelolaan parking dengan system computerize (pos parking) yang memiliki rekam jejak profesional, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Kepala Desa Lerep.

​Langkah ini didasari oleh panggilan kuat untuk mendedikasikan diri membangun desa kelahirannya melalui pendekatan manajerial yang modern, transparan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

​Dwi Wicaksono SH mengatakan, bahwa latar belakangnya sebagai pelaku usaha swasta memberikan cara pandang berbeda dalam melihat potensi desa.

​”Dunia wirausaha mengajarkan kita untuk selalu jeli melihat peluang, efisien dalam pengelolaan sumber daya serta berorientasi pada hasil yang nyata. Semangat inilah yang ingin saya bawa untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki Desa Lerep agar lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya, kepada Harian7.com, di posko kemenangan rumahnya, Senin (26/10/2026).

​Menurutnya, berbagai pengalaman dari dunia usaha swasta sangat relevan jika diterapkan dalam tata kelola Pemerintahan Desa Lerep, khususnya dalam hal manajemen finansial yang akuntabel, ketepatan eksekusi program, serta budaya kerja yang produktif dan profesional.

​”pentingnya reformasi birokrasi guna menjawab berbagai penantian mendasar dari warga desa. Ia menilai bahwa tata kelola pemerintahan yang responsif menjadi kunci utama kepercayaan publik,” jelasnya.

​Dwi Wicaksono SH menuturkan, Perubahan mendasar yang paling dinantikan warga dan ingin segera kami wujudkan di 100 hari pertama kepemimpinan adalah pemangkasan birokrasi pelayanan yang selama ini berbelit-belit.

“Warga membutuhkan kecepatan, kepastian, dan kemudahan dalam mengurus administrasi kependudukan maupun keperluan desa lainnya,” tegasnya.

​Selain itu, lanjut Dwi, juga menyiapkan terobosan tata kelola pemerintahan agar sistem pelayanan publik di desa benar-benar bersih, transparan, dan ramah warga.

“Langkah tersebut akan didukung dengan pemanfaatan sistem digital serta pengawasan terbuka, sehingga tidak ada lagi ruang untuk praktik-praktik pungutan liar maupun ketidakjelasan informasi bagi masyarakat,” ungkapnya.

​Dwi Wicaksono SH menambahkan, jika nantinya dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Desa Lerep ke depan dan berkeinginan agar seluruh warga dapat merasakan kemajuan yang inklusif dan merata.

​”Harapan saya kedepan, jika terpilih menjadi Kepala Desa Lerep, masyarakat bisa menjadi subjek utama dalam pembangunan desa. Kita ingin Desa Lerep tumbuh menjadi desa yang mandiri, sejahtera, warganya lebih produktif secara ekonomi, serta memiliki pelayanan publik yang setara dan membanggakan bagi semua,” ucapnya.