UNGARAN, HARIAN7.COM – Proses mediasi antara wali murid dan pihak SD Isriati terkait permasalahan yang sempat terjadi akhirnya membuahkan hasil positif. Melalui pertemuan yang diinisiasi oleh Polres Semarang, DP3AKB Kabupaten Semarang, dan pihak sekolah, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan berkomitmen melakukan perbaikan sistem.

Pertemuan yang merupakan tindak lanjut dari koordinasi awal pada Rabu lalu tersebut digelar secara tertutup di Hotel C3 Ungaran, Jumat (2/10/2026).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Dewanto Leksono Widagdo, menyatakan bahwa seluruh proses mediasi berjalan dengan lancar dan sukses.

“Alhamdulillah proses mediasi berjalan lancar dan sukses. Masing-masing pihak dapat saling menerima keputusan bersama, saling memaafkan, dan menyepakati untuk perbaikan-perbaikan sistem yang ada di SD Isriati, baik dari sisi pengawasan maupun upaya-upaya preventif lainnya,” ujar Dewanto saat dikonfirmasi oleh harian7.com, Jumat (2/10/2026).

Pria yang akrab disapa Dewo ini menambahkan bahwa kegiatan mediasi tersebut diakhiri dengan penandatanganan berkas Kesepakatan Bersama yang diikuti dengan jabat tangan antara kedua belah pihak sebagai simbol perdamaian.

Ketika ditanya mengenai rincian kesepakatan, Dewanto menjelaskan terdapat banyak poin yang disetujui, di mana setiap instansi dan pihak terkait memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing untuk memastikan hak anak terpenuhi.

“Poinnya banyak, masing-masing pihak ada peran dan tanggung jawab. Misal di DP3AKB nantinya ada peran untuk pendampingan psikologis dan sebagainya,” tegas Dewanto.

Ia berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Semarang, khususnya dalam pembenahan sistem internal sekolah. Fokus utama ke depan adalah menjamin lingkungan belajar yang kondusif bagi anak-anak.

“Semoga ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi, khususnya untuk terus berbenah pada hal-hal yang perlu diperbaiki. Serta yang paling penting tetap berfokus pada upaya mewujudkan sekolah yang ramah, aman, dan nyaman untuk tumbuh kembang anak secara optimal,” harapnya.

Agenda penting ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Selain Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, tampak hadir Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Semarang, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kabid PPA/UPTD PPA, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kabupaten Semarang.

Turut mengawal jalannya mediasi yakni jajaran Forkopimca Ungaran, Korwil Pendidikan, Ketua Yayasan, Kepala Sekolah SD Isriati, Ketua Komite Sekolah, Lurah Sidomulyo, serta perwakilan dari wali murid.

Hingga berita ini diturunkan, orang tua siswa baik dari pihak korban, pelaku, maupun pihak sekolah masih belum bersedia memberikan tanggapan atau konfirmasi tambahan terkait hasil pertemuan tersebut. (H7/Shodiq)