Laporan: Muhamad Nuraeni

JAKARTA,HARIAN7.COM – Teknisi ponsel tak lagi hanya dituntut piawai membongkar dan memperbaiki perangkat. Seiring teknologi yang terus berkembang, kemampuan mereka juga dituntut semakin teruji dan sesuai kebutuhan industri.

Hal itu menjadi perhatian Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Untuk pertama kalinya, kategori teknisi ponsel masuk dalam Indonesia Skills Competition (Inaskill) 2026.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para teknisi untuk menguji sekaligus meningkatkan kompetensi mereka.

“Teman-teman teknisi boleh ikut dan ini baru pertama kali lomba teknisi ponsel masuk kategori lomba yang kita siapkan. Finalnya nanti akan diadakan oleh Ditjen Binalavotas,” kata Afriansyah saat menutup World Cup Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Gedung Kemnaker, Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Kategori teknisi ponsel akan dilombakan di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan.

Kemnaker juga mendorong komunitas teknisi ponsel di berbagai daerah untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tersebut.

Menurut Afriansyah, perkembangan teknologi membuat tuntutan terhadap teknisi ikut berubah. Selain kemampuan teknis, teknisi dituntut memiliki kemampuan analisis dan pemecahan masalah, memahami standar pelayanan, serta memperhatikan keselamatan kerja.

“Dengan begitu, kualitas SDM teknisi nasional dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang semakin modern,” ujarnya.

Ia berharap kompetisi tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas teknisi Indonesia agar semakin teruji dan mampu bersaing secara global.

Sementara itu, CGC Indonesia 2026 yang ditutup Afriansyah menghasilkan tujuh pemenang. Mereka berhak mengikuti CGC World Cup 2026 yang akan digelar di Poly World Trade Center Expo (PWTC Expo), Guangzhou, Tiongkok, pada 10–11 Oktober 2026.