Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Membakar sampah mungkin hanya butuh beberapa menit. Memastikan apinya benar-benar padam, rupanya justru bagian yang tak boleh dilewatkan.
Hal itu terjadi di lingkungan Kradenan, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (22/9/2026).
Lahan milik warga terbakar setelah api dari pembakaran sampah diduga kembali membesar. Bara yang sebelumnya ditinggalkan kemudian merambat ke lahan di sekitarnya.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 WIB, Mujiyono sedang membersihkan lahan miliknya. Sampah hasil pembersihan kemudian dikumpulkan dan dibakar menjelang waktu Dhuhur.
Namun, pembakaran itu tidak ditunggu sampai api dan bara benar-benar padam.
Mujiyono kemudian meninggalkan lokasi untuk pergi ke wilayah Gunungsari.
Beberapa jam berselang, Srianah yang berada di sekitar lokasi melihat api kembali membesar.
Kobaran api membakar sebagian lahan dan merambat ke bagian atas yang berbatasan dengan lahan warga lainnya.
Srianah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Tingkir Lor dan Mujiyono.
Petugas gabungan piket fungsi, Bhabinkamtibmas Tingkir Lor dan Bhabinkamtibmas Kutowinangun Lor segera mendatangi lokasi.
Dinas Kebakaran Kota Salatiga bersama BPBD Kota Salatiga kemudian mengerahkan dua unit kendaraan pemadam untuk memadamkan api.
Penanganan dilakukan sebelum kobaran api meluas ke permukiman dan bangunan warga.
Kapolsek Tingkir Kompol Daryono mengatakan, berdasarkan pengecekan awal dan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga api benar-benar padam.
“Kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga api benar-benar padam. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan api kembali membesar dan merambat ke lahan di sekitarnya,” kata Daryono.
Sebagian lahan warga, termasuk tanaman bambu, terbakar dalam kejadian tersebut.
Kerugian materiil sementara diperkirakan sekitar Rp 1 juta. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Jangan anggap remeh bara
Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap pembakaran sampah sebagai aktivitas yang selesai begitu api terlihat mengecil.
Menurut dia, bara yang masih tersisa dapat kembali menyala dan merambat, terutama ketika berada di lahan dengan tanaman kering, semak, bambu atau material mudah terbakar lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api atau bara pembakaran sampah sebelum dipastikan benar-benar padam,” ujar Jonathan.
Ia meminta warga memastikan kondisi sekitar aman sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
Apabila api mulai sulit dikendalikan, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan mencoba memadamkannya sendiri.
“Apabila api mulai tidak terkendali, segera menjauh ke tempat aman dan hubungi petugas pemadam kebakaran maupun kepolisian,” katanya.(*)









Tinggalkan Balasan