Laporan: Wahono |Kabiro Kedu Raya

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Sorak gembira terdengar dari Dusun Kendal, Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Di tempat itu, puluhan penyandang disabilitas membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Mereka berkumpul dalam ajang “Lomba Keterampilan dan Kreasi Disabilitas Penyandang Cacat” yang digelar Perkumpulan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia (PPDFI) Temanggung, Selasa (18/8/2026).

Sebanyak 50 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung mengikuti perlombaan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagi para peserta, kegiatan tersebut bukan hanya tentang mencari juara. Lebih dari itu, lomba menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat yang sama untuk berkontribusi bagi masyarakat.

Ketua panitia, Husen, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menghapus pandangan bahwa penyandang disabilitas hanya memiliki keterbatasan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya dan mandiri. Teman-teman disabilitas memiliki potensi luar biasa yang harus terus didukung,” ujar Husen.

Beragam perlombaan digelar, mulai dari kategori keterampilan seperti merangkai bunga dan membuat kerajinan tangan, olahraga seperti lari kursi roda 100 meter, makan kerupuk, dan pecah air, hingga kategori seni berupa menyanyi, puisi, dan melukis.

Selain itu, peserta juga menampilkan kemampuan dalam bidang kewirausahaan melalui pameran produk UMKM binaan penyandang disabilitas.

Salah satu peserta, Agung Yohanes, penyandang disabilitas kaki, berhasil meraih juara pertama dalam lomba cabut koin dalam buah bergelantung. Baginya, kemenangan tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa semangat tidak pernah dibatasi kondisi fisik.

“Senang banget bisa ikut acara ini. Rasa persaudaraan yang kuat menjadikan kami selalu kuat. Dengan kondisi fisik yang berbeda, kami tetap harus semangat, optimistis, dan tidak mudah menyerah,” kata Agung.

Dukungan juga datang dari perangkat desa dan Ketua RT setempat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dan menunjukkan peran mereka di tengah masyarakat.

“Walaupun memiliki keterbatasan fisik, mereka tetap bisa menjadi orang yang berguna dan memberikan manfaat bagi bangsa,” ujar salah satu perangkat desa.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan hadiah dan sertifikat kepada para pemenang, serta penampilan kolaborasi musik dari komunitas disabilitas.

Melalui kegiatan tersebut, PPDFI Temanggung berharap semangat kebersamaan dan kreativitas para penyandang disabilitas dapat terus tumbuh. Mereka ingin perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi milik sebagian orang, tetapi menjadi ruang bersama bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.