Laporan: Pujo Semedi
BATANG|HARIAN7.COM – Di tengah gempuran industri besar dan produk pabrikan, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, memilih memberi panggung bagi kekuatan ekonomi dari dapur rumah, kebun, dan usaha kecil warga.
Melalui Reban Expo 2026, puluhan pelaku UMKM dan Kelompok Wanita Tani (KWT) diberi ruang untuk menunjukkan produk unggulan mereka. Kegiatan bertajuk “UMKM Berkarya dan KWT Berdaya” tersebut resmi dibuka Bupati Batang M. Faiz Kurniawan di halaman Kantor Kecamatan Reban, Kamis (6/8/2026).
Expo yang berlangsung hingga 8 Agustus 2026 itu tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi juga menjadi upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat desa.
Camat Reban Sugiharto mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD), pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, penyuluh pertanian, hingga panitia peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat kecamatan.
“Sebanyak 19 desa di Kecamatan Reban ikut berpartisipasi dengan menampilkan produk UMKM dan hasil Kelompok Wanita Tani,” kata Sugiharto.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya disuguhi stan produk lokal, tetapi juga mendapat akses berbagai layanan publik.
Mulai dari pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, pelayanan SIM dari Polres Batang, pembayaran pajak kendaraan dan PBB, fasilitasi sertifikasi halal, layanan kesehatan gratis dari Puskesmas Reban, hingga sidang isbat nikah melalui kerja sama dengan Pengadilan Agama, Disdukcapil, dan KUA.
Dari Rp250 Juta, Kini Bidik Rp300 Juta
Reban Expo bukan kali pertama digelar. Pada penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan tersebut mampu mencatat transaksi sekitar Rp250 juta.
Tahun ini, panitia menaikkan target menjadi Rp300 juta selama tiga hari pelaksanaan.
“Tahun lalu omzet mencapai sekitar Rp250 juta. Tahun ini kami menargetkan bisa mencapai Rp300 juta melalui kolaborasi dengan berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan sehingga pengunjung semakin banyak dan produk UMKM semakin laku,” ujar Sugiharto.
Untuk menarik pengunjung, berbagai kegiatan pendukung juga digelar, seperti pentas seni budaya Lengger Kethek, senam, jalan sehat, lomba MTQ pelajar, hingga lomba menyanyi.
Bupati: UMKM Jangan Kalah dengan Industri
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengapresiasi langkah Kecamatan Reban yang menghadirkan kegiatan dengan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, Reban Expo menjadi bukti bahwa ekonomi rakyat tidak hanya tumbuh dari investasi besar, tetapi juga dari usaha kecil yang bertahan di tengah perubahan zaman.
“Saya sering berbicara tentang investasi dan industrialisasi. Namun fondasi ekonomi rakyat sesungguhnya adalah UMKM. Industri bisa berpindah mengikuti perkembangan ekonomi global, tetapi UMKM akan tetap tumbuh dan menjadi penopang ekonomi masyarakat,” ujar Faiz.
Ia optimistis target transaksi Rp300 juta dapat tercapai karena tingginya antusiasme masyarakat.
Selain UMKM, Faiz juga menyoroti peran Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam menjaga ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kehidupan kita. Peran ibu-ibu KWT dan pelaku UMKM sektor pangan sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” katanya.
Reban Expo 2026 akhirnya bukan hanya soal berapa rupiah yang berputar selama tiga hari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik hiruk-pikuk industri besar, ekonomi desa masih punya denyut nadi sendiri—dari produk rumahan yang berharap naik kelas.(*)









Tinggalkan Balasan