Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Selama pelaksanaan program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, para prajurit TNI tidak hanya mengandalkan kemampuan militer. Mereka juga dituntut memiliki keterampilan lain di bidang konstruksi demi mempercepat pembangunan infrastruktur desa.

Memasuki pekan ketiga pelaksanaan TMMD, berbagai sasaran fisik seperti betonisasi jalan, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga perbaikan mushola terus dikerjakan. Kondisi tersebut membuat personel Satgas TMMD akrab dengan berbagai peralatan bangunan, salah satunya cangkul.

Jika biasanya prajurit TNI identik dengan perlengkapan tempur dan alutsista (alat utama sistem senjata), kali ini mereka justru terlihat sibuk mengayunkan cangkul, mengaduk pasir, semen, serta material bangunan lainnya.

Bagi sebagian prajurit, cangkul menjadi “senjata baru” selama menjalankan tugas di lokasi TMMD. Bentuk mata cangkul yang lebar dan tajam dinilai efektif untuk mencampur adukan material agar lebih merata sebelum digunakan dalam proses pembangunan.

Selain menghemat tenaga, penggunaan alat sederhana tersebut juga mempercepat pekerjaan di lapangan. Para prajurit pun perlahan semakin terampil mengolah material layaknya pekerja konstruksi profesional.

Lebih dari 20 hari terlibat dalam pembangunan, kemampuan para personel Satgas TMMD dalam pekerjaan bangunan semakin terasah. Mereka tidak hanya membangun fisik desa, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kerja bersama.

Peran aktif prajurit TNI dalam pembangunan Desa Cukil menjadi wujud kepedulian terhadap peningkatan kualitas hidup warga. Melalui semangat gotong royong, berbagai program TMMD diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.