Laporan: Fera Narita

KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.com – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga mengunjungi pusat budidaya melon premium varietas Petravani di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Rabu (29/7).

Kunjungan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari sasaran non-fisik TMMD untuk mendalami potensi ekonomi desa sekaligus mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian modern.

Budidaya melon premium berskala ekspor ini dikelola langsung oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cukil. Lokasi fasilitas rumah kaca (greenhouse) tersebut dibangun tepat bersebelahan dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) desa setempat.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Satgas TMMD Desa Cukil, Serka Dwi S, tampak antusias berdialog dengan pengelola fasilitas untuk menyerap ilmu seputar agrobisnis modern ini.

Pengelola greenhouse, Hariyanto, menjelaskan bahwa budidaya ini menggunakan bibit unggul yang didatangkan langsung dari Korea Selatan dengan metode hidroponik.

“Sebelum dipindahkan ke media tanam utama, benih disemai terlebih dahulu menggunakan rockwool selama kurang lebih 10 hari,” ujar Hariyanto di lokasi budidaya.

Menurut Hariyanto, masa panen melon Petravani dengan sistem hidroponik tergolong cepat, yakni berkisar antara 65 hingga 70 Hari Setelah Tanam (HST). Produktivitas tanaman ini juga dinilai tinggi dan menjanjikan secara ekonomi.

“Setiap satu batang tanaman mampu menghasilkan buah dengan bobot mencapai 1,8 hingga 2,5 kilogram. Dari total 1.028 bibit yang disemai, biasanya sekitar 950 bibit yang berhasil kami besarkan hingga masa panen,” imbuhnya.

Di pasaran, melon Petravani memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan harga jual berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Karakteristik rasanya yang jauh lebih manis dan tampilan warna kuning cerah membuat varietas ini sangat diminati, sehingga peluang pasarnya masih terbuka sangat lebar.

Sebagai informasi, Desa Cukil saat ini menjadi pusat lokus pelaksanaan program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.

Pendekatan langsung melalui komunikasi sosial ke pelaku usaha lokal menjadi strategi TNI dalam mengawal penguatan sektor riil di wilayah pedesaan. (*)