Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng

CILACAP | HARIAN7.COM – Ratusan anggota Paguyuban Nelayan Sub 07 Kebonjati, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap menggelar Pesta Laut atau yang sering disebut Sedekah Laut sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan rezeki yang diberikan selama beraktivitas di laut.

Acara puncak berlangsung di Pantai Kebonjati, Selasa (07/07/2026) pagi. Suasana khidmat terasa sejak kirab atau arak-arakan jolen dimulai dari RT 04 RW 07 mengelilingi wilayah Kebonjati menuju ke laut. Jolen yang berisi sesaji seperti kepala kerbau, nasi tumpeng dan ube rampe serta jajan pasar diarak bersama oleh nelayan, keluarga, serta warga sekitar diiringi musik jawa Kebo Giro.

Larung sesaji dan doa bersama

Sebelum jolen dilarung ke tengah laut, di pantai diadakan semacam upacara pemberangkatan jolen. Puncak prosesi ditandai dengan larung sesaji ke Karang Bolong, Nusakambangan, Cilacap. Sesaji yang terdiri dari kepala kerbau, tumpeng robyong, jajan pasar, dan hasil tangkapan nelayan, dilarung menggunakan perahu nelayan hias.

Ketua Panitia Sedekah Laut Sub 07 Kebonjati, Supri atau yang biasa dipanggil Mandore menyampaikan, bahwa Pesta Laut atau sedekah laut ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan setiap tahun di bulan Suro. Tradisi ini harus tetap dijaga.

“Ini bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan YME. Kami mohon perlindungan agar diberi keselamatan saat melaut, hasil tangkapan yang melimpah, dan laut tetap lestari untuk anak cucu,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk isi larungan dan sebagainya ini merupakan iuran dari anggota paguyuban nelayan Sub 07 Kebonjati.

“HNSI bersama Pemkab Cilacap juga mengadakan pesta sedekah laut, dulu kita ikut TPI Sentolo Kawat, tapi sekarang paguyuban nelayan Sub 07 Kebonjati, biasa mengadakan secara mandiri,” jelasnya.

Menurutnya, setiap tahun kelompok nelayan Sub 07 selalu mengadakan secara mandiri, demikian juga dengan tahun ini, kelompok nelayan Sub 07 juga mengadakan pesta laut mandiri.

“Kita berharap agar pesta rakyat atau sedekah laut ini terus diadakan karena ini warisan nenek. Moyang kita yang sudah turun temurun,” harap Supri.

Tujuan dari sedekah bumi ini, lanjutnya sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, keselamatan, dan rejeki yang diberikan. “Jadi jangan dikatakan musyrik dan sebagainya, karena ini adat yang sudah turun temurun,” tandasnya.

Setelah prosesi larung, kegiatan dilanjutkan dengan pesta rakyat di sekitar pantai laut kidul. Selain santunan anak yatim, dan janda nelayan, masyarakat juga disuguhi berbagai hiburan seperti: pertunjukan seni, band, dan wayang kulit.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Anak-anak hingga orang tua tumpah ruah menyaksikan acara sambil menikmati jajanan lokal.

Hingga sore hari, kegiatan Pesta Laut Sub 07 Kebonjati berlangsung aman dan lancar. Dengan semangat kebersamaan, para nelayan berharap tradisi ini terus lestari sebagai bentuk bakti kepada Tuhan dan alam. (*)