Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Polres Salatiga menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Pendopo Widya Qasana Tribarata Polres Salatiga, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan umat beragama, sekaligus membangun sinergi menjaga keamanan dan keharmonisan di Kota Salatiga.

Mengusung tema “Polri Mengabdi Untuk Masyarakat”, kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi didampingi Wakapolres Salatiga Kompol Raden Arsadi Kabul Safrianto. Turut hadir Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga KH Noor Rofiq, para rohaniawan lintas agama, pejabat utama Polres Salatiga, para kapolsek jajaran, purnawirawan Polri, serta sekitar 150 personel Polres Salatiga.

Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Kapolres Salatiga dan Ketua FKUB Kota Salatiga. Selanjutnya, doa bersama dipimpin secara bergantian oleh para rohaniawan dari masing-masing agama dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi mengatakan doa bersama lintas agama merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna spiritual sebagai bentuk rasa syukur atas perlindungan dan pencapaian Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Doa bersama lintas agama bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus memohon kekuatan agar Polri senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kebijaksanaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kehadiran para tokoh agama hari ini merupakan bukti nyata kuatnya komitmen bersama dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas keamanan di Kota Salatiga,” ujar Ade.

Memasuki usia ke-80, lanjut dia, Polri berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Sinergitas antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga semangat persatuan demi mewujudkan Kota Salatiga yang aman, damai, dan sejuk,” ungkapnya.

Ketua FKUB Kota Salatiga KH Noor Rofiq mengapresiasi penyelenggaraan doa bersama lintas agama yang dinilainya menjadi simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan di Kota Salatiga. Ia berharap doa yang dipanjatkan para pemuka agama membawa keberkahan bagi bangsa Indonesia, khususnya Kota Salatiga, agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Dalam kesempatan tersebut, Noor Rofiq juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian Kota Salatiga yang selama 10 kali berturut-turut dinobatkan sebagai kota tertoleran di Indonesia. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan saling menghormati perbedaan.

“Semoga di usia ke-80 ini Polri semakin Presisi, semakin profesional, humanis, dan menjadi institusi yang selalu dicintai masyarakat. Sebagai aparat maupun tokoh agama, kita harus terus memperkaya ilmu, meningkatkan keimanan, serta menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari agar mampu memberikan keteladanan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Usai sambutan, para rohaniawan dari agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu memimpin doa secara bergantian. Suasana khidmat yang mewarnai jalannya kegiatan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman yang selama ini menjadi salah satu ciri khas Kota Salatiga.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Salatiga berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel Polri, tetapi juga semakin memperkuat kemitraan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, serta kehidupan yang harmonis di Kota Salatiga.