DEPOK | HARIAN7.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) terus mempercepat proses normalisasi di Situ Pengarengan. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi situ sebagai daerah resapan air dan mencegah potensi banjir di wilayah sekitarnya.

Kepala Bidang SDA DPUPR Kota Depok, Rizwanur Rahim, menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi saat ini difokuskan pada pengangkatan sedimen lumpur yang telah menumpuk selama bertahun-tahun. Tim bekerja keras mengeruk material endapan tersebut hingga kedalaman mencapai dua meter dari dasar situ.

“Kami sedang melakukan pengangkatan sedimen lumpur sedalam dua meter di Situ Pengarengan. Langkah ini krusial untuk meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus memperbaiki kualitas ekosistem perairan,” ujar Rizwanur,Rabu (24/6/2026).

Kembalikan Kapasitas Tampung Air

Rizwanur menegaskan bahwa akumulasi lumpur yang tebal selama ini membuat daya dukung situ terhadap debit air hujan menjadi berkurang drastis. Dengan dikeruknya sedimen setebal dua meter, diharapkan volume air yang dapat ditampung akan meningkat signifikan sehingga risiko luapan atau banjir dapat diminimalisir.

Selain aspek pengendalian banjir, normalisasi ini juga bertujuan untuk merestorasi lingkungan sekitar. Pengangkatan lumpur dinilai penting agar sirkulasi air berjalan lancar dan tidak terjadi pendangkalan yang memicu masalah ekologis lainnya.

Pengerjaan normalisasi Situ Pengarengan ini merupakan bagian dari program prioritas Pemkot Depok dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan. DPUPR berkomitmen memastikan seluruh pekerjaan selesai sesuai target agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat, terutama saat memasuki musim penghujan mendatang.