JAKARTA | HARIAN7.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses sertifikasi kompetensi bagi peserta program MagangHub melalui pemetaan kapasitas balai pelatihan vokasi di berbagai daerah. Hasilnya, terdapat 180 skema sertifikasi kompetensi yang siap dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas dan daya saing lulusan program tersebut.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memastikan peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur dan diakui secara profesional.
“Hasil pemetaan menunjukkan kapasitas penyelenggaraan mencapai 180 skema sertifikasi kompetensi di seluruh balai pelatihan vokasi Kemnaker. Ini menjadi peluang besar untuk memperluas akses sertifikasi bagi lulusan MagangHub sekaligus memperkuat daya saing dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan, BPVP Pangkajene dan Kepulauan serta BPVP Belitung masing-masing memiliki kapasitas penyelenggaraan 7 skema sertifikasi kompetensi. Sementara BBPVP Serang tercatat mampu menyelenggarakan 6 skema sertifikasi.
Di wilayah lain, BPVP Lombok Timur, BPVP Ambon, dan BPVP Sorong masing-masing memiliki 4 skema sertifikasi. Sedangkan BPVP Bandung Barat dan BPVP Sidoarjo menyediakan 3 skema sertifikasi kompetensi.
Menurutnya, keberadaan ratusan skema sertifikasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun tenaga kerja yang lebih kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami ingin lulusan MagangHub tidak hanya memiliki pengalaman praktik kerja, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kemampuan mereka. Dengan begitu, peluang untuk terserap di dunia kerja akan semakin besar,” katanya.
Langkah Kemnaker ini dinilai menjadi terobosan penting di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang dan menuntut tenaga kerja dengan keterampilan spesifik. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen yang semakin dibutuhkan perusahaan untuk memastikan kualitas calon pekerja.
Angle menariknya, pemetaan ini menandai perubahan pendekatan dalam program magang nasional. Jika sebelumnya fokus utama berada pada pengalaman kerja, kini Kemnaker mulai mengintegrasikan jalur sertifikasi kompetensi secara lebih luas. Dengan dukungan 180 skema sertifikasi, lulusan MagangHub diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki pengakuan kompetensi yang dapat meningkatkan nilai tawar mereka di pasar tenaga kerja.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja dapat semakin dipersempit, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di era persaingan global.









Tinggalkan Balasan