Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Kepanikan yang sempat menyelimuti kompleks rumah dinas Pendeta Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Ploso, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, akhirnya terjawab. Paket misterius yang membuat warga geger itu dipastikan hanya berisi bahan makanan dan tidak mengandung unsur berbahaya.

Peristiwa bermula pada Rabu (20/5/2026) pagi, ketika sebuah kardus bekas air mineral ditemukan tergeletak di teras rumah dinas pendeta. Karena tidak merasa menerima kiriman apa pun, pendeta setempat langsung curiga dan melaporkannya ke polisi.

Situasi sempat memanas. Tim Gegana Brimob Pati bersama anggota Polres Kudus dan Polsek Jati diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi dan pemeriksaan paket mencurigakan tersebut.

Warga yang melihat kedatangan aparat bersenjata lengkap pun dibuat tegang. Area sekitar rumah dinas pendeta sempat disterilkan sebelum paket akhirnya dibuka petugas.

Namun hasil pemeriksaan justru di luar dugaan. Kardus yang sempat diduga berbahaya itu ternyata hanya berisi sayuran.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, pengirim paket berhasil diketahui. Paket tersebut rupanya kiriman bahan makanan dari seorang warga Kabupaten Pati yang ditujukan kepada istri Pendeta GITJ Ploso.

“Setelah dilakukan klarifikasi, paket tersebut merupakan kiriman bahan makanan dari teman lama. Tidak ada unsur berbahaya,” kata AKBP Heru, Rabu (20/5).

Menurut Kapolres, paket itu diantar oleh seorang anak jemaat berinisial “E” yang saat ini sedang bersekolah di Kudus. Karena terburu-buru berangkat sekolah, ia lupa memberi kabar kepada pihak penerima usai meletakkan paket di teras rumah.

“Kesalahpahaman ini terjadi murni karena miskomunikasi,” imbuhnya.

“E” juga telah menyampaikan permintaan maaf karena membuat suasana panik. Ia mengaku sebenarnya berniat mengirim foto paket sebagai bukti pengantaran, namun lupa mengirimkannya kepada pendeta.

“Saya minta maaf karena sudah membuat panik dan gaduh. Tadi pagi saya buru-buru berangkat sekolah, jadi lupa mengabari Pak Pendeta setelah menaruh paket,” ujarnya.

Meski berakhir hanya dengan temuan sayur mayur, polisi tetap mengapresiasi langkah warga yang cepat melapor saat menemukan barang mencurigakan.

Kapolres pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak mudah panik apabila menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Tetap waspada, tapi jangan panik. Segera laporkan ke petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.