MAKKAH | HARIAN7.COM – Menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji Indonesia diimbau untuk memperkuat kualitas spiritual dengan memperbanyak doa, zikir, dan ibadah sunnah. Momentum di kawasan suci yang dikenal sebagai masyair muqaddasah itu disebut sebagai inti perjalanan haji yang menentukan kesempurnaan ibadah para jemaah.

Pesan tersebut disampaikan Musyrif Dini KH Abdullah Kafabihi saat mengisi kajian bertajuk Fadhail Amaliyah Masyair Muqaddasah di Musala Kantor Daerah Kerja Makkah, Senin (18/5/2026) malam.

Dalam kajiannya, ulama yang akrab disapa Gus Kafa itu menekankan pentingnya wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji. Menurut dia, seluruh konsentrasi spiritual jemaah harus tercurah penuh pada momentum tersebut.

“Haji itu adalah Arafah,” ujar Gus Kafa mengutip sabda Nabi Muhammad SAW tentang esensi ibadah haji.

Selain Arafah, ia juga menjelaskan keutamaan ibadah di Muzdalifah dan Mina, termasuk mabit, melontar jumrah, hingga menjalani hari-hari tasyrik. Setiap titik di masyair muqaddasah, kata dia, memiliki nilai teologis yang tinggi sekaligus menjadi waktu mustajab untuk berdoa.

Karena itu, jemaah diminta tidak hanya fokus pada kesiapan fisik selama Armuzna, tetapi juga memperkuat ketenangan batin dan kekhusyukan ibadah di tengah jutaan umat Muslim dari berbagai negara.

Sebagai bekal spiritual, Gus Kafa turut menganjurkan jemaah untuk mendawamkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 1.000 kali setiap hari selama pelaksanaan ibadah haji.

Anjuran tersebut diharapkan menjadi penguat mental dan spiritual jemaah di tengah beratnya rangkaian ritual haji yang akan memasuki fase paling menentukan dalam beberapa hari ke depan.(SAB)