JAKARTA | HARIAN7.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono melaporkan sejumlah program prioritas nasional kepada Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, AHY membahas berbagai isu strategis mulai dari perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), pembangunan jaringan kereta api nasional, hingga penanganan kawasan kumuh dan persoalan sampah.
“Kami baru saja menghadap Bapak Presiden di Istana Merdeka untuk melaporkan sejumlah isu strategis di bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan,” ujar AHY usai pertemuan.
Menurut AHY, pemerintah saat ini tengah mematangkan konsep pengembangan sekaligus perlindungan kawasan Pantura yang menghadapi ancaman serius berupa penurunan muka tanah dan banjir rob akibat kenaikan permukaan air laut.
Ia mengatakan langkah tersebut penting dilakukan untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi di kawasan pesisir utara Jawa, termasuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus.
Selain membahas Pantura, AHY juga melaporkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia menyebut pembangunan kembali infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sanitasi, perumahan, irigasi, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga rumah ibadah secara umum berjalan baik meski masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.
Dalam kesempatan itu, AHY turut menyampaikan arahan Presiden terkait pengembangan jaringan kereta api nasional, terutama jalur Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan sebagian Sulawesi.
Pengembangan tersebut dinilai penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat.
Tak hanya itu, pemerintah juga membahas langkah penanganan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, termasuk rencana pembangunan fasilitas keselamatan pada 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera.
“Semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” kata AHY.
Pemerintah juga berencana menutup sejumlah titik rawan kecelakaan serta melakukan modernisasi sistem persinyalan kereta api demi meningkatkan keselamatan transportasi publik.
Selain sektor transportasi, AHY mengatakan Presiden Prabowo turut memberi perhatian pada pembangunan infrastruktur jalan daerah guna mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
Dalam pertemuan itu, Presiden juga menyinggung semangat Gerakan Indonesia ASRI yang difokuskan pada penanganan sampah dan penataan kawasan kumuh agar lebih sehat serta mendukung sektor pariwisata nasional.
AHY menilai pengembangan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang cepat apabila didukung lingkungan yang bersih dan konektivitas yang memadai menuju destinasi wisata.(Yuanta)









Tinggalkan Balasan