Laporan: Shodiq

UNGARAN, HARIAN7. COM – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi keberlangsungan pendidikan karakter kaum muda.

Hal tersebut ia sampaikan saat melantik Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, sebagai Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Semarang masa bakti 2025-2030.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, pada Kamis (7/5/2026) petang.

Dalam sambutannya, Prof. Budi Prayitno mengingatkan agar seluruh pengurus tetap gigih menjalankan roda organisasi meski di tengah tren efisiensi anggaran yang saat ini tengah terjadi di berbagai sektor.

“Ada atau tidak ada uang, pendidikan Pramuka tetap harus berjalan. Keberadaannya tidak boleh terpengaruh oleh efisiensi anggaran,” tegas Budi di hadapan para pengurus dan tamu undangan.

Usai dikukuhkan sebagai Ketua Mabicab, Bupati Ngesti Nugraha kemudian melantik jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Semarang untuk periode yang sama.

Jabatan Ketua Kwarcab kini resmi diemban oleh Hj. Nur Arifah, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Semarang.

Dalam pidato perdananya, Hj. Nur Arifah membawa visi segar untuk menghadapi tantangan zaman. Ia menyoroti fenomena menurunnya minat generasi muda terhadap Pramuka dan berjanji akan melakukan transformasi besar-besaran melalui inovasi teknologi.

“Kita akan mengedepankan inovasi dan digitalisasi guna meningkatkan mutu pendidikan Pramuka. Penurunan minat generasi muda akan kita antisipasi dengan membangun ekosistem digital yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkapnya optimis.

Langkah digitalisasi ini diharapkan mampu membawa Gerakan Pramuka di Kabupaten Semarang menjadi lebih relevan, modern, dan kembali diminati oleh generasi Z maupun milenial.(*)