DEPOK | HARIAN7.COM  – Suasana Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026), dipenuhi nuansa tradisi dalam rangkaian Lebaran Depok 2026. Ketua panitia, H. Hamzah, menegaskan bahwa kegiatan “nyuci perabotan” menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya masyarakat Kota Depok yang mulai jarang ditemui.

Menurut Hamzah, tradisi tersebut berakar dari kebiasaan masyarakat terdahulu dalam menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan. Tidak hanya membersihkan rumah, tetapi juga seluruh perlengkapan hidup sebagai simbol penyucian diri secara menyeluruh.

“Ini adalah warisan budaya. Orang dulu menyambut Ramadan dengan bersih-bersih total—rumah, tempat tidur, hingga perabot dapur. Maknanya dalam, bukan sekadar kegiatan biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengenalan kembali tradisi ini menjadi upaya penting agar generasi muda memahami akar budaya mereka. Lebaran Depok, kata dia, kini berkembang sebagai ruang ekspresi budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk sanggar seni yang tampil di dua panggung utama.

“Dua panggung kita siapkan agar semua bisa tampil. Ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang pelestarian budaya,” kata Hamzah.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa Lebaran Depok juga dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal. Sekitar 200 pelaku UMKM dilibatkan dengan skema kupon belanja yang dapat digunakan pengunjung di seluruh stan yang tersedia.

“Sistem kupon ini kita buat agar perputaran ekonomi lebih merata. Semua pelaku UMKM punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat,” jelasnya.

Ia memperkirakan perputaran ekonomi selama empat hari pelaksanaan dapat mencapai miliaran rupiah, terutama saat puncak acara seperti pawai budaya yang diprediksi menyedot puluhan ribu pengunjung.

Tak hanya itu, Hamzah juga menyoroti pentingnya nilai kebersamaan dalam konsep “Depok Rumah Kita”. Ia menegaskan perhelatan ini dirancang inklusif dengan melibatkan berbagai kalangan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus dalam penampilan seni.

“Kita ingin semua merasa memiliki. Siapapun yang tinggal di Depok, dari latar belakang apa pun, ini adalah rumah kita bersama,” tegasnya.

Hamzah berharap Lebaran Depok tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga gerakan bersama yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Budaya kita hidup, ekonomi bergerak, dan kebersamaan terjaga. Itulah tujuan besar dari Lebaran Depok,” pungkasnya.