HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Waspada Kemarau! Meski Panen Melimpah, Pemprov Jateng Siapkan Mitigasi Irigasi 

Laporan: Shodiq

SEMARANG, HARIAN7. COM – Provinsi Jawa Tengah mencatatkan tren positif pada sektor pangan dengan capaian produksi padi menyentuh angka 4,6 juta ton hingga April 2026. Meski telah mengantongi 44,48 persen dari target tahunan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mulai bersiap menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi akan datang lebih awal.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa realisasi produksi padi periode Januari-April 2026 mencapai 4.696.422 ton. Angka ini sejalan dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
“Realisasi hingga April sudah mencapai 44,48 persen dari target total 10,5 juta ton tahun ini. Kami optimistis target tersebut bisa tercapai lebih cepat, yakni pada September mendatang,” ujar pria yang akrab disapa Frans ini dalam rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) di Semarang, Senin (4/5/2026).
Frans menjelaskan, puncak panen diperkirakan terjadi pada Mei ini. Untuk menjaga stabilitas stok, pihaknya tengah menggenjot percepatan tanam dan pendistribusian benih kepada petani di berbagai wilayah agar masa tanam berikutnya segera dimulai.
Namun, capaian impresif ini dibayangi oleh peringatan dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia meminta seluruh jajarannya tidak terlena dan segera melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan berdasarkan prediksi BMKG mengenai musim kemarau panjang.
“Masalah cuaca ini krusial dan harus kita pikirkan matang-matang. Saya instruksikan pemantauan dan pemetaan lapangan dilakukan secara berkala,” tegas Luthfi.
Ia menekankan bahwa sektor pertanian menjadi yang paling rentan terdampak. Oleh karena itu, pengecekan ketersediaan air baku di embung-embung serta pemeliharaan jaringan irigasi menjadi prioritas utama saat ini.
“Dampak kekeringan jangan dianggap remeh karena menyangkut swasembada pangan. Kesiapan infrastruktur air adalah kunci agar produktivitas kita tidak anjlok saat kemarau nanti,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!