439 Personel Diterjunkan, Polres Kudus Uji Kesiapan Hadapi Potensi Konflik Sosial
Laporan: Tambah Santoso | Editor: Muhamad Nuraeni
KUDUS |HARIAN7.COM-Sinergi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal itu tercermin dalam latihan kesiapan satuan yang digelar Polres Kudus di depan Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (23/4/2026).
Latihan yang dipimpin langsung Kapolres Kudus, Heru Dwi Purnomo, ini dirancang untuk memperkuat respons terpadu menghadapi situasi kontinjensi yang berpotensi memicu konflik sosial.
Sebanyak 439 personel diterjunkan dalam simulasi tersebut. Mereka terdiri dari berbagai satuan, mulai dari tim negosiator, Dalmas awal dan lanjut, unit Raimas, hingga unsur pendukung seperti kendaraan taktis dan unit K9.
Tak hanya melibatkan kepolisian, latihan juga diikuti unsur lintas sektoral, seperti TNI, Pemerintah Kabupaten Kudus, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan penanganan situasi darurat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Dalam simulasi, peserta menjalankan skenario penanganan kondisi dari status hijau hingga merah. Situasi digambarkan berkembang dari gejolak sosial menjadi aksi unjuk rasa yang berpotensi anarkis.
Massa dalam simulasi diceritakan bergerak menuju Kantor Bupati Kudus untuk menyampaikan tuntutan. Aparat gabungan kemudian melakukan pengamanan di sejumlah objek vital, pusat keramaian, hingga pengendalian massa melalui pendekatan persuasif dan negosiasi humanis, sebelum akhirnya melakukan tindakan tegas terukur sesuai prosedur.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya konkret memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan.
“Latihan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk kesiapan nyata bersama stakeholder dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas yang bisa berkembang menjadi konflik sosial,” ujarnya.
Selain itu, latihan juga menjadi sarana evaluasi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.
“Melalui latihan ini kami menginventarisir kebutuhan agar pelaksanaan tugas bisa berjalan efektif dan optimal,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah. Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi faktor utama dalam menciptakan situasi yang kondusif.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Stabilitas kamtibmas membutuhkan kolaborasi seluruh unsur agar masyarakat tetap merasa aman,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi sebagai bahan evaluasi guna menyempurnakan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan ke depan.













Tinggalkan Balasan