HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Bupati Semarang Lepas 901 Calon Jemaah Haji Kabupaten Semarang

Laporan : Shodiq

UNGARAN,HARIAN7.COM– Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, resmi melepas 901 calon jemaah haji (calhaj) asal Kabupaten Semarang menuju Tanah Suci. Pelepasan secara simbolis dilakukan dengan penyerahan bendera Kabupaten Semarang kepada perwakilan jemaah di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Ungaran, Jumat (17/4/2026) siang.

Dalam sambutannya, Bupati Ngesti Nugraha berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga persatuan dan solidaritas selama menjalankan ibadah. Ia menekankan pentingnya sikap saling membantu, terutama kepada jemaah yang berusia lanjut.

Baca Juga:  Kejar Target Juli, Kasdam IV/Diponegoro Tinjau Percepatan Pembangunan KDKMP di Bawen dan Bergas

“Saya imbau seluruh jemaah untuk saling bantu, khususnya kepada lansia. Ikhlaslah menolong jika ada yang membutuhkan bantuan. Semoga seluruh ibadah lancar, mabrur, dan mendapat rida Allah SWT,” ujar Bupati di hadapan ratusan jemaah.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang, H. Rozikin, menjelaskan bahwa 901 jemaah tersebut terbagi ke dalam enam Kelompok Terbang (Kloter). Keberangkatan akan dimulai bertahap mulai 25 April 2026 mendatang.

Baca Juga:  Momen Hangat Pisah Sambut Dandim 0714/Salatiga, Bupati Semarang Tekankan Sinergi Antarunsur Daerah

Rinciannya, Kloter 13 (3 jemaah) masuk asrama haji pada 24 April, disusul Kloter 21 (180 jemaah), Kloter 22 (354 jemaah), dan Kloter 23 (354 jemaah). Sementara itu, satu jemaah asal Kecamatan Tengaran akan bergabung dengan daerah lain di Kloter 24 karena status “Lunas Tunda”. Terakhir, Kloter 34 (3 jemaah) dijadwalkan masuk asrama pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Terkait jemaah di Kloter 24, Rozikin menyebut yang bersangkutan mengisi jatah kursi kosong akibat adanya penundaan dari jemaah lain. “Sejak awal sudah kami sampaikan bahwa yang bersangkutan akan terpisah dari rombongan besar Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Corona Terus Melonjak Di Boyolali, Kawasan Strategis 10 Hari ke Depan Akan Didesinfeksi

Mengenai pendampingan lansia, Rozikin menegaskan tidak ada instruksi khusus bagi petugas tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif. Sesuai arahan Bupati, seluruh jemaah dan petugas diimbau bahu-membahu agar proses ibadah berjalan maksimal dan tanpa kendala.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!