SKCK “5 Menit Jadi”, Inovasi Digital Polres Kudus Diserbu Pencari Kerja
Laporan: Muhamad Nuraeni
KUDUS | HARIAN7.COM – Lonjakan pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Kudus dalam dua hari terakhir bukan sekadar angka. Di balik itu, tersimpan pergeseran cara masyarakat mengakses layanan publik: serba cepat, praktis, dan minim antrean.
Data menunjukkan, sebanyak 330 pemohon tercatat pada Selasa, disusul 224 pemohon pada Rabu. Tingginya angka ini didorong kebutuhan administrasi kerja, mulai dari melamar pekerjaan hingga perpanjangan kontrak.
Namun yang menarik, bukan hanya warga Kudus yang memadati layanan tersebut. Sejumlah pemohon justru datang dari luar daerah seperti Demak hingga Semarang. Mereka rela mengurus SKCK di Kudus karena dinilai lebih efisien dan cepat.
Efisiensi itu bukan tanpa alasan. Polres Kudus mengandalkan sistem digital melalui aplikasi Super App Presisi yang memungkinkan masyarakat mendaftar lebih dulu secara online. Alhasil, proses di lokasi menjadi jauh lebih singkat.
“Prosesnya sangat cepat, saya daftar lewat aplikasi, sampai di sini tinggal tunjukkan bukti pendaftaran dan langsung cetak,” ujar Sirril Wafa (18), warga Demak.
Bahkan, inovasi layanan drive thru menjadi daya tarik tersendiri. Pemohon tidak perlu turun dari kendaraan untuk mendapatkan SKCK, sebuah konsep yang jarang ditemui dalam layanan administrasi kepolisian.
Kecepatan layanan ini pun terbilang ekstrem untuk ukuran birokrasi. Dalam kondisi data sudah terinput melalui aplikasi, proses penerbitan SKCK bisa diselesaikan hanya dalam hitungan sekitar lima menit.
Kasat Intelkam Polres Kudus AKP Krisbiantoro menyebut lonjakan pemohon sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kepolisian.
“Melalui inovasi berbasis digital dan fasilitas drive thru, kami ingin memastikan proses penerbitan SKCK menjadi lebih cepat, mudah, dan transparan,” ujarnya.
Fenomena ini sekaligus menggambarkan perubahan wajah pelayanan publik di daerah. Ketika akses dipermudah dan waktu dipangkas, masyarakat tidak lagi ragu untuk datang, bahkan dari luar wilayah.
Dengan tren mobilitas tenaga kerja yang terus meningkat, layanan cepat seperti ini bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga standar baru yang mulai diharapkan masyarakat.(*)













Tinggalkan Balasan