HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Resmikan Revitalisasi 45 Satuan Pendidikan di Kabupaten Semarang, Menteri Abdul Mu’ti Dorong Terwujudnya Lingkungan ASRI

Laporan: Shodiq

KAB. SEMARANG, HARIAN7. COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., meresmikan hasil revitalisasi 45 satuan pendidikan di Kabupaten Semarang,

Peresmian tersebut secara simbolis dilakukan di SMP Plus Al Ittihad Poncol, Desa Popongan,Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Senin (13/4/2026) pagi.

Program ini merupakan komitmen pemerintah pusat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Rindang, dan Indah) guna menunjang proses belajar mengajar yang berkualitas.

Peresmian yang berlangsung khidmat ini menandai tuntasnya renovasi sejumlah sekolah yang sebelumnya mengalami kerusakan kategori sedang. Selain perbaikan fisik gedung, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa Interactive Flat Panel Display untuk mendukung digitalisasi pembelajaran di kelas.

Baca Juga:  Ruangan Biro Humas ATR/BPN Terbakar, Menteri Nusron: Api Sudah Berhasil Dipadamkan dengan Cepat

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menekankan bahwa revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari kebijakan berbasis data untuk memperbaiki kelemahan sarana prasarana nasional. “Asesmen dilakukan untuk mengetahui di mana letak kekurangan kita dan bagaimana memperbaikinya. Ini adalah komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui fasilitas yang layak,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga:  Ganjalan Deposit Visa Rp200 Juta, Sekda Jateng Siapkan Skema ‘Bapak Asuh’ bagi Calon Mahasiswa ke Korsel

Beliau juga menitipkan pesan agar warga sekolah menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. “Sekolah yang Asri akan melahirkan pemimpin bangsa yang hebat. Saya minta fasilitas ini dijaga dengan baik,” imbuhnya.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, menyampaikan apresiasi atas dukungan anggaran pusat sebesar Rp13,6 miliar pada tahun 2025 yang dialokasikan untuk perbaikan 45 sekolah di wilayahnya. Ia berharap kerja sama ini berlanjut, mengingat masih ada sekolah dengan kerusakan berat yang memerlukan perhatian serupa.

“Dengan sekolah yang bersih, indah, dan rapi, siswa akan merasa nyaman saat belajar. Kami telah mengajukan kembali usulan untuk tahun-tahun mendatang agar lebih banyak sekolah yang tersentuh program ini,” kata Ngesti.

Baca Juga:  Ditjen Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, Taufiqurrohman, menjelaskan bahwa proses pemilihan sekolah dilakukan secara ketat melalui data Dapodik yang diverifikasi langsung oleh pusat. Untuk tahun 2026, direncanakan akan ada tambahan kuota revitalisasi serta program pendukung lainnya seperti Makan Siang Gratis yang sudah mulai berjalan di tingkat SMP dan akan menyusul di tingkat SD pada 20 April mendatang.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!