Ziarah Leluhur Buka HUT Ke-477 Jepara, Bupati Ajak Warga Meneladani Semangat Pendahulu
Laporan: Tambah Santoso
JEPARA | HARIAN7.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-477 Kabupaten Jepara diawali dengan tradisi ziarah makam leluhur yang berlangsung khidmat, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan jati diri daerah.
Ziarah dipimpin langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rombongan memulai ziarah dari makam Mbah Panggang, lalu berlanjut ke sejumlah tokoh penting dalam sejarah Jepara, seperti Mbah Jenggala, Pangeran Sarif, hingga Ratu Kalinyamat dan Sultan Hadlirin.
Selain itu, rombongan juga berziarah ke makam Tjitrosomo II, Tjitrosomo Sendang, Yik Nde, serta Adipati Tumenggung Cendhol. Rangkaian ziarah ditutup di Pesarean Sedo Mukti.
Di setiap lokasi, rombongan memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa membangun Jepara.
Witiarso menegaskan, tradisi ziarah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana untuk mengingat dan meneladani nilai-nilai perjuangan para pendahulu.
“Ziarah ini bukan hanya tradisi, tetapi momentum untuk mengingat jasa para pendahulu. Dari mereka kita belajar tentang perjuangan, keberanian, dan kebijaksanaan dalam membangun daerah,” ujar Witiarso.
Ia menambahkan, nilai-nilai sejarah tersebut harus menjadi pijakan dalam pembangunan ke depan agar Jepara tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga memiliki karakter dan budaya yang kuat.
Menurut dia, peringatan HUT ke-477 ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Dengan mengenang leluhur, kita diingatkan untuk menjaga persatuan dan terus bekerja demi kemajuan Jepara,” katanya.
Ziarah makam leluhur ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan HUT Jepara ke-477 yang akan diisi dengan berbagai agenda budaya, sosial, dan pembangunan. Momentum ini diharapkan mampu meneguhkan kembali identitas Jepara sebagai daerah yang kaya sejarah, budaya, dan semangat gotong royong.(*)













Tinggalkan Balasan