Laporan: Muhamad Nuraeni
JAKARTA | HARIAN7.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Selasa (7/4/2026). Pelantikan ini menjadi langkah penguatan posisi strategis yang berkaitan langsung dengan layanan ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 11 orang berasal dari mekanisme seleksi terbuka, sedangkan satu orang melalui mutasi antarinstansi.
Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa jabatan tidak boleh dipandang sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jabatan adalah kepercayaan. Jabatan adalah sarana kita untuk memberikan pelayanan, menghadirkan dampak, dan meninggalkan legacy bagi bangsa ini. Dan jabatan adalah pengorbanan,” ujarnya.
Ia menyebut, Kemnaker saat ini mengelola angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang. Di tengah perkembangan teknologi informasi, tuntutan terhadap kualitas layanan pemerintah juga semakin tinggi.
Karena itu, Yassierli meminta para pejabat yang baru dilantik untuk memastikan pelayanan publik berjalan lebih baik, responsif, dan berdampak nyata. Kinerja mereka, menurut dia, akan berpengaruh langsung pada berbagai sektor, seperti layanan pasar kerja, pelatihan vokasi, perluasan kesempatan kerja, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga penguatan data ketenagakerjaan.
“Ini menjadi tantangan yang tidak mudah bagi kita di Kemnaker. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran, terutama pejabat yang baru dilantik, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Yassierli juga mengungkapkan tujuh tantangan yang dihadapi Kemnaker, yakni penguatan link and match serta optimalisasi Balai Latihan Kerja, penyediaan pekerjaan layak dan inklusif bagi kelompok rentan, pembaruan regulasi ketenagakerjaan, penegakan norma dan K3, hubungan industrial yang transformatif, pengembangan sistem informasi pasar kerja melalui platform SiapKerja, serta reformasi birokrasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemnaker menjalankan enam agenda transformasi, di antaranya membangun dan memulihkan kepercayaan publik, mentransformasi layanan ketenagakerjaan agar lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat, mempersiapkan tenaga kerja masa depan melalui upskilling dan reskilling, memperkuat ketenagakerjaan inklusif, menegakkan norma ketenagakerjaan secara konsisten, serta mendorong hubungan industrial yang harmonis.
Adapun 12 pejabat yang dilantik, yakni Irma Puspita sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara, R. Nurhidajat sebagai Kepala Pusat Pasar Kerja, Teguh Djatmiko sebagai Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan, Amran sebagai Kepala BBPVP Medan, Reni Rosyida Muthmainnah sebagai Kepala BBPVP Bandung, Nasrun Ilmullah sebagai Kepala BBPVP Makassar, Nuryanti sebagai Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Arnando Jujur Pardamean Siregar sebagai Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, Muzakir sebagai Direktur Bina Kelembagaan K3, Yessie Kualasari sebagai Kepala BBK3 Jakarta, Baderi sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Ketenagakerjaan, serta M. Heru Susanto sebagai Inspektur III.









Tinggalkan Balasan