Permudah Jemaah Haji dan Umroh, Arab Saudi Siapkan Bandara Langsung ke Makkah
INTER | HARIAN7.COM – Arab Saudi resmi menyetujui rencana pembangunan bandara baru di Makkah sebagai upaya meningkatkan kelancaran mobilitas jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun.
Selama ini, mayoritas jemaah internasional masih mengandalkan Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Makkah. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur darat menuju kota suci.
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Mekah dan Tempat-Tempat Suci, Saleh Al-Rasheed, mengatakan kehadiran bandara baru ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan sekaligus mempermudah arus kedatangan jemaah dari berbagai negara.
“Studi kelayakan dan desain awal telah selesai dan diserahkan kepada pihak berwenang terkait untuk menyelesaikan prosedur yang diperlukan sebagai persiapan peluncurannya pada fase selanjutnya,” ujar Al-Rasheed dalam wawancara bersama Harvard Business Review Arabia.
Libatkan Sektor Swasta
Dikutip dari Euronews, proyek pembangunan bandara ini akan melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Skema investasi tengah disiapkan untuk mendukung percepatan realisasi proyek.
Meski dinilai strategis, pembangunan bandara di Makkah menghadapi tantangan geografis. Wilayah pegunungan berpotensi memicu kendala teknis, mulai dari turbulensi, pendekatan pendaratan yang kompleks, hingga faktor cuaca dan visibilitas.
Namun demikian, pemerintah Arab Saudi tetap melanjutkan proyek ini sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur di kawasan suci.
Transportasi Terintegrasi Terus Dikembangkan
Selain bandara, sistem transportasi di Makkah juga terus diperkuat. Salah satunya melalui layanan bus kota yang telah beroperasi sejak 2022.
Saat ini, armada bus mencapai 400 unit yang melayani 12 rute dengan total panjang 580 kilometer. Layanan ini tercatat telah mengangkut lebih dari 185 juta penumpang.
Data Otoritas Umum Statistik Arab Saudi menunjukkan lebih dari 1,5 juta jemaah haji internasional datang pada tahun lalu, dengan total jemaah mencapai lebih dari 1,6 juta orang. Sementara itu, jemaah dari kawasan Eropa, Amerika, Australia, dan negara lainnya menyumbang sekitar 3,2 persen dari total jemaah.
Pembangunan bandara di Makkah diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah sekaligus meningkatkan efisiensi perjalanan menuju kota suci.(Yuanta)













Tinggalkan Balasan