HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kampung Singkong Salatiga Jadi Role Model UMKM, Nawal Arafah Yasin Dorong Replikasi di Daerah

Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Kampung Singkong Argowiyoto di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, kembali mendapat sorotan. Kali ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, turun langsung meninjau sentra olahan singkong yang dinilai berhasil menggerakkan ekonomi warga, Sabtu (4/4/2026) sore.

Kunjungan tersebut menjadi penegasan bahwa kampung tematik berbasis komoditas lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Di Kampung Singkong Argowiyoto, puluhan pelaku UMKM mengolah singkong menjadi beragam produk makanan dan minuman bernilai jual tinggi.

Dalam agenda tersebut, Nawal didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, meninjau langsung Singkong Keju D-9, salah satu pelaku usaha unggulan di kawasan itu. Keduanya juga sempat membeli sejumlah produk olahan yang dipasarkan.

Baca Juga:  Idealisme dan Sinergi: Langkah Strategis LSM ICI Jateng dalam Mewujudkan Pencegahan Korupsi

Nawal mengapresiasi ekosistem UMKM berbasis singkong yang telah terbentuk secara terintegrasi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga pemanfaatan limbah.

“Di sini kita melihat UMKM yang semuanya berbahan baku singkong. Ekosistemnya sudah terbentuk dengan baik, bahkan ampasnya pun bisa diolah kembali menjadi produk lain,” ujarnya.

Ia menilai, Kampung Singkong tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Keberhasilan ini, menurutnya, layak dijadikan contoh bagi daerah lain.

Baca Juga:  Kerja Keras Tak Sia-sia, Satresnarkoba Polres Salatiga Raih Penghargaan Polda Jateng

Sebagai istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Nawal menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong UMKM agar naik kelas dan berdaya saing. Hal itu sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi.

“Konsep seperti ini bisa direplikasi di daerah lain sesuai potensi masing-masing, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun lainnya,” kata Nawal.

Sementara itu, pemilik Singkong Keju D-9, Diah Kristanti, mengungkapkan usaha yang dirintis sejak 2009 itu terus berkembang melalui inovasi produk dan penguatan teknologi pengolahan.

Menurutnya, Kampung Singkong kini dihuni puluhan pelaku UMKM yang setiap hari mampu mengolah sekitar tujuh ton singkong. Bahan baku tersebut dipasok dari berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Wonosobo, Temanggung, Magelang, Batang, hingga Salatiga.

Baca Juga:  Terminal Tingkir Tambah Fasilitas, Penumpang Makin Nyaman

Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, mulai dari singkong keju, keripik, gethuk, hingga inovasi modern seperti spageti dan burger berbahan dasar singkong.

“Pemasaran kami masih dominan di Jawa Tengah, tetapi sudah merambah Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Bali,” ujar Diah.

Ia berharap, dukungan pemerintah terus berlanjut agar Kampung Singkong semakin berkembang dan mampu menjadi ikon kebanggaan Kota Salatiga sekaligus penggerak ekonomi lokal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!