HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Prabowo Tenangkan Keluarga Prajurit Gugur, Cium Bayi di Tengah Suasana Duka

JAKARTA | HARIAN7.COM – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan empati mendalam saat menghadiri prosesi takziah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Di tengah suasana haru, ia sempat menenangkan seorang bayi yang menangis dengan mengusap dan menciumnya.

Peristiwa itu terjadi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026). Berdasarkan keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, momen tersebut berlangsung saat Prabowo menghampiri keluarga Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan.

Baca Juga:  Oknum Pejabat Kudus Diduga Adu Jotos Rebutan LC, Bupati: Akan Kami Tindak Tegas

Saat itu, istri almarhum terlihat duduk sambil menggendong bayinya yang terus menangis. Presiden kemudian mendekat, mengusap kepala sang bayi, lalu menciumnya sebagai bentuk kepedulian, sembari menyampaikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Prabowo tiba bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia kemudian bergantian menyampaikan belasungkawa kepada keluarga tiga prajurit yang gugur.

Selain keluarga Muhammad Nur Ichwan, Presiden juga menyapa keluarga Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon dan Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Suasana duka tampak begitu kuat, dengan istri para prajurit yang masih menangis, didampingi ibu masing-masing di sisi peti jenazah.

Baca Juga:  Proyek "Jakarta Integrated Tunnel", Solusi Backup Listrik Untuk Infrastruktur di Jabodetabek

Usai memberikan penguatan, Prabowo berdiri sejenak di hadapan foto para prajurit sebagai bentuk penghormatan terakhir. Tangis keluarga pecah saat mereka diberi kesempatan mendekat dan memeluk peti jenazah yang terbungkus bendera Merah Putih.

Baca Juga:  Jaga Stabilitas Harga, Pemprov DKI Jakarta Gelar Pasar Pangan Murah di 193 Lokasi

Tiga prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Mereka adalah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon.

Kepergian mereka menjadi pengingat akan risiko besar yang dihadapi prajurit dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.(Yuanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!