HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gejolak Hormuz Tak Goyahkan Harga Pupuk Subsidi, Stok Nasional Tetap Aman

JAKARTA | HARIAN7.COM – Gejolak di Selat Hormuz yang sempat mendorong kenaikan harga pupuk global tidak berdampak pada kebijakan harga di dalam negeri. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.

Direktur Utama Rahmad Pribadi menegaskan, pemerintah tidak memiliki rencana untuk mengubah kebijakan harga yang sebelumnya telah diturunkan sebesar 20 persen.

“HET sudah turun 20 persen dan akan tetap dipertahankan,” kata Rahmad dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Baca Juga:  LindungiHutan Gelar Open Forest #2 di Kawasan Ekosistem Mangrove Pantai Indah Kapuk

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai berada dalam posisi relatif aman. Rahmad menjelaskan, kekuatan utama terletak pada kapasitas produksi pupuk nasional yang mampu menopang kebutuhan dalam negeri tanpa ketergantungan pada impor.

Produksi urea nasional tercatat mencapai 8,8 juta ton secara operasional. Angka ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk, baik subsidi maupun non-subsidi.

Bahkan, di saat harga urea dunia melonjak tajam hingga dua kali lipat akibat gangguan distribusi global, pasokan dalam negeri tetap terjaga.

“Indonesia punya keunggulan karena basis produksinya kuat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kapolsek Arjasa Wafat Setelah Kecelakaan Tunggal di Jalur Pantura Situbondo

Tak hanya urea, pasokan bahan baku seperti fosfat dan potas juga dipastikan dalam kondisi aman. Sejauh ini, tidak ada gangguan dari negara pemasok utama yang berpotensi menghambat distribusi.

Meski demikian, ia mengakui adanya potensi kenaikan biaya logistik akibat situasi global. Namun, dampak tersebut dinilai tidak signifikan terhadap ketersediaan pupuk nasional.

Di sisi lain, kebijakan penurunan harga pupuk subsidi yang diberlakukan sejak Oktober 2025 di era Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil.

Baca Juga:  Teknologi AI: Kunci Sukses Bisnis Perhotelan di Era Digital

Harga pupuk urea kini berada di angka Rp1.800 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp2.250. Sementara pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

Penurunan ini berdampak langsung pada peningkatan penyerapan pupuk oleh petani. Sepanjang 2026, penebusan pupuk tercatat meningkat hingga 31 persen.

Kondisi tersebut diyakini akan mendorong efisiensi biaya produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan kombinasi harga yang terkendali dan pasokan yang terjaga, Indonesia bahkan dinilai berpotensi memainkan peran lebih besar dalam menjaga stabilitas pangan global.(Yuanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!