Aksi Demo: “Saya Tidak Dibayar, Berani Sumpah Pocong”, Anggota BLN Minta Proses Hukum Dihentikan Demi Uang Kembali
Laporan: Muhamad Nuraeni
SEMARANG | HARIAN7.COM – Aksi solidaritas anggota Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di halaman Mapolda Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026), diwarnai pernyataan tak biasa. Seorang peserta aksi bahkan menyatakan kesiapan melakukan sumpah pocong untuk membantah tudingan menerima bayaran.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu diikuti anggota koperasi dari berbagai daerah. Mereka datang secara bertahap menggunakan bus dan berkumpul untuk menyampaikan aspirasi terkait pengembalian dana simpanan yang hingga kini belum mereka terima.
Keresahan anggota dipicu belum adanya kejelasan pengembalian dana. Sejumlah peserta mengaku mengalami kesulitan ekonomi akibat kondisi tersebut, sehingga memilih turun langsung mendesak kepastian dari pihak berwenang.
Dalam aksi itu, massa yang tergabung dalam Solidaritas Aksi Anggota (SAK BLN) menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pengembalian dana anggota secara menyeluruh serta penyelesaian yang berkeadilan.
Sorotan muncul saat salah satu peserta aksi, Darpin, menyampaikan pernyataan tegas. Ia membantah tudingan menerima bayaran dalam aksi tersebut.
“Saya bersumpah demi Al-Qur’an, tidak dibayar sepeserpun oleh Nicho,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk melakukan sumpah pocong guna membuktikan ucapannya. Dalam kesempatan itu, Darpin juga meminta doa untuk rekannya, Inara, yang disebut telah meninggal dunia.
Darpin menegaskan dirinya hadir bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan memperjuangkan hak seluruh anggota koperasi.
“Saya bukan bolo-bolonan, saya bolone wong akeh. Kalau saya mau, saya bisa saja ditransfer Rp240 juta oleh Pak Nicho, tapi saya tidak mau. Saya tetap teguh (bakoh),” tegasnya.
Ia juga menyampaikan sikap kepada aparat kepolisian agar proses hukum dapat dihentikan dengan syarat seluruh dana nasabah dikembalikan.
“Catat ya semuanya, jangan dikira saya pengkhianat. Kalau nasabah belum dikembalikan uangnya semuanya, maka laporan saya tidak akan saya cabut,” tegas Darpin.
Lebih lanjut, ia menegaskan akan mencabut laporan secara resmi apabila seluruh dana anggota koperasi BLN telah dikembalikan secara menyeluruh, bukan hanya kepada dirinya.
Aksi ini mencerminkan meningkatnya tekanan dari anggota koperasi terhadap penyelesaian kasus yang mereka hadapi, sekaligus menunjukkan kuatnya solidaritas antaranggota dalam memperjuangkan hak mereka.(*)













Tinggalkan Balasan