Gunungan Kupat Lepet Ludes dalam 15 Menit, Simbol Syukur yang Diserbu Ribuan Warga di Pantai Kartini
Laporan: Tambah Santoso
JEPARA | HARIAN7.COM – Festival Kupat Lepet dalam rangkaian Pesta Lomban 2026 di Pantai Kartini berlangsung meriah, Sabtu (28/03/2026). Ribuan warga yang memadati lokasi sejak pagi langsung menyerbu dua gunungan kupat dan lepet sesaat setelah prosesi dibuka.
Dalam waktu sekitar 15 menit, seluruh isi gunungan tersebut ludes diambil warga. Momen ini menjadi salah satu puncak perayaan setelah prosesi larungan kepala kerbau dalam tradisi Lomban Syawalan Jepara.
Sejak pagi, kawasan lapangan Pantai Kartini telah dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah. Antusiasme memuncak saat Bupati Jepara Witiarso Utomo bersama jajaran Forkompinda memotong tali janur kuning sebagai tanda dimulainya festival.
Tanpa menunggu lama, warga langsung berbondong-bondong mendekati gunungan, berebut kupat dan lepet yang diyakini membawa keberkahan.
Salah satu warga, Anton (40), mengaku telah bersiap sejak awal demi mendapatkan bagian dari gunungan tersebut.
“Alhamdulillah dapat banyak. Tadi nunggu di depan, panas-panasan tapi akhirnya dapat juga. Nanti mau digantung di kendaraan,” ujarnya dengan wajah semringah.
Bagi masyarakat, kupat dan lepet bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol nilai-nilai spiritual dan kebersamaan yang diwariskan turun-temurun.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menjelaskan makna filosofis dari tradisi tersebut yang erat kaitannya dengan momentum Idulfitri.
“Kupat dari kata ngaku lepat, artinya mengakui kesalahan. Lepet melambangkan kebersamaan yang erat. Setelah Idulfitri, kita diajak untuk saling memaafkan, saling menguatkan, dan kembali menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya didampingi Wabup M Ibnu Hajar.
Ia menambahkan, tradisi ini juga menjadi bentuk rasa syukur masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, atas hasil laut yang telah menopang kehidupan mereka.
“Dari laut, kita belajar tentang kerja keras tanpa kenal lelah, keberanian menghadapi tantangan, serta pentingnya kebersamaan,” lanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Jepara pun berharap Festival Kupat Lepet sebagai bagian dari Pesta Lomban dapat terus berkembang dan semakin dikenal luas sebagai daya tarik wisata budaya.
“Kita ingin Pesta Lomban ini semakin ramai, semakin dikenal, dan tentunya membawa berkah bagi masyarakat Jepara,” pungkasnya.(*)
























Tinggalkan Balasan