HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kasus Koperasi BLN Naik ke Penyidikan, YLBH PETIR Minta Penegakan Hukum Dipercepat

Laporan: Muhamad Nuraeni

SEMARANG | HARIAN7.COM – Perkara dugaan penipuan dan penghimpunan dana ilegal oleh Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) memasuki babak baru. Laporan yang diajukan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) PETIR Jawa Tengah kini telah meningkat ke tahap penyidikan.

Ketua YLBH PETIR Jawa Tengah, Zainal Abidin, mengatakan aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka dalam kasus yang merugikan banyak korban tersebut.

“Pengaduan kami sudah naik menjadi tahap penyidikan. Jadi sebentar lagi akan ada calon tersangka,” ujar Zainal saat dihubungi harian7.com, Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:  Cegah DBD, Puskesmas Sidorejo Lor Grebek Jentik Bareng Warga: “Cendana Emas, Gerak Langsung Dapat Sasaran”

Menurut dia, pihaknya telah melaporkan Ketua Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Laporan itu mencakup dugaan penipuan, penggelapan, serta praktik perbankan ilegal.

Zainal berharap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah segera mengambil langkah tegas.

“Kami berharap Polda Jawa Tengah melalui Krimsus segera menangkap dan menahan pihak terkait, karena korbannya sudah sangat banyak,” katanya.

Ia mengungkapkan, YLBH PETIR saat ini mendampingi 13 korban dengan total kerugian mencapai sekitar Rp 2,9 miliar.

Baca Juga:  Gelar Tasyakuran HUT ke-60, Golkar Pamer 8 Kursi Menteri di Kabinet Merah Putih, Begini Jelasnya

“Nilai kerugian sekitar Rp 2,9 miliar atau hampir Rp 3 miliar. Para korban ini berasal dari berbagai latar belakang, ada tukang penjahit hingga pegawai negeri,” ungkap Zainal.

Para korban, lanjut dia, tergiur iming-iming bunga tinggi yang ditawarkan koperasi tersebut. Bahkan, ada korban yang telah menabung selama puluhan tahun sebelum akhirnya kehilangan dana mereka.

“Ada yang mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, bahkan ada pegawai negeri yang menabung selama 30 tahun. Setelah terkumpul, justru tertipu oleh koperasi ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Xiaomi Siapkan Ponsel dengan Baterai “Monster”, Kapasitasnya Hampir Setara Powerbank!

Zainal menambahkan, jumlah korban secara keseluruhan diperkirakan mencapai ribuan orang, dengan sebagian di antaranya dilaporkan telah meninggal dunia.

“Korban sudah ribuan. Bahkan ada yang meninggal dunia. Ini menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia pun meminta Kapolda Jawa Tengah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan kasus ini agar segera memberikan kepastian hukum bagi para korban.

“Kami berharap Kapolda mendengarkan ini dan kasusnya segera dituntaskan,” kata Zainal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!