HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Kemenag Cilacap Perkuat Layanan Masjid Ramah Pemudik Di Kabupaten Cilacap

Pewarta : Rusmono|Kaperwil Jateng

CILACAP | HARIAN7.COM – Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Kabupaten Cilacapsalurkan bantuan bagi 4 masjid ramah pemudik sebagai bentuk dukungan dalam mberikan layanan terbaik bagi para pemudik yang melintas si wilayah Kabupaten Cilacap, Jum’at (13/03/2026).

4 masjid yang menerima bantuan tersebut yaitu Masjid Al Istiqomah Kecamatan Wanareja, Masjid Baitul Mu’minin Kecamatan Karangpucung, Masjid Al Munawwarah Kecamatan Kesugihan, serta Masjid Baitul Muslimin Kecamatan Sampang.

Baca Juga:  Polres Nganjuk Siagakan Personel Amankan Aksi Damai RT/RW di DPRD

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cilacap, H. Aziz Muslim didampingi para Kepala Seksi dan Penyelenggara di lingkungan Kankemenag Cilacap hadir secara langsung untuk memantau kesiapan masjid dalam menyambut pemudik sekaligus menyerahkan bantuan konsumsi.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu para takmir masjid dalam menyediakan fasilitas serta kebutuhan dasar bagi para pemudik, sehingga perjalanan menuju kampung halaman menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Baca Juga:  Pengedar Sabu di Majenang Diamankan Satres Narkoba Polresta Cilacap, Simpan 5 Paket di Tempat Tak Terduga

Terdapat 24 titik Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di jalur mudik Kabupaten Cilacap. Selain memiliki serambi yang luas untuk tempat beristirahat, masjid juga dilengkapi fasilitas toilet yang bersih serta area parkir yang memadai. Sejumlah masjid bahkan menyediakan fasilitas tambahan seperti air minum dan jaringan wifi untuk menunjang kenyamanan para pemudik.

Program Masjid Ramah Pemudik akan berlangsung selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran. Selama masa tersebut, masjid yang menjadi titik layanan akan dibuka selama 24 jam.

Baca Juga:  SBI Dukung Riset Padi Biosalin 2 Bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk Masa Depan Berkelanjutan

Pelaksanaan program ini juga melibatkan berbagai pihak, antara lain pemerintah desa setempat, Kapolsek, Puskesmas, KUA, Pramuka, serta berbagai stakeholder lainnya.

Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan aspek perizinan, keamanan, serta layanan kesehatan bagi para pemudik dapat berjalan dengan baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!