Derby Jateng Memanas! SWS Gagal, Ksatria Bengawan Solo Pesta di Kandang
Laporan: Muhamad Nuraeni
SPORT | HARIAN7.COM – Derby Jateng antara Satya Wacana Salatiga (SWS) kontra Ksatria Bengawan Solo (KBS) di GOR Sritex Arena ternyata jauh dari kata seimbang. Yang digadang-gadang bakal jadi duel panas, justru berubah jadi panggung dominasi tuan rumah.
Awal laga sempat memberi harapan. Kevin Kangu tampil sebagai penggerak utama serangan SWS. Permainan cepat dan agresif membuat SWS sempat unggul hingga delapan poin. Kuarter pertama pun ditutup ketat dengan skor 20-18 untuk keunggulan tipis SWS. Aroma kejutan mulai tercium.
Namun, angin pertandingan berubah drastis di kuarter kedua. KBS mendadak tancap gas. Lima poin beruntun langsung membuat publik Solo bersorak. Di sisi lain, SWS seperti kehilangan ritme. Tim asuhan Jerry Lolowang tampak limbung, dihajar bertubi-tubi oleh Wenas dan kolega. Setiap upaya mengejar selalu mentok. Paruh pertama laga pun ditutup dengan jarak mencolok, 57-35 untuk KBS.
Masuk kuarter ketiga, SWS mencoba langkah tak biasa. Tiga pemain asing diturunkan bersamaan, sebuah pemandangan langka dalam permainan mereka. Sayangnya, langkah nekat itu tak berbuah manis. Justru legiun asing KBS tampil menggila. Tekanan demi tekanan membuat jarak skor melebar hingga hampir 30 poin. Kuarter ini ditutup dengan keunggulan KBS 78-52.
Kuarter terakhir tak banyak mengubah cerita. Anak-anak SWS terlihat kesulitan mengimbangi agresivitas tuan rumah. Jarak skor yang terlanjur jauh membuat Jerry Lolowang harus memutar otak, merotasi pemain dan mengubah pola permainan. Tapi hasilnya tetap nihil.
Memasuki menit kelima, pelatih KBS bahkan sudah berani menurunkan full pemain lokal. SWS masih mengandalkan Sergii Pavlov dan Kevin Kangu, namun ketimpangan justru makin kentara. Laga pun berakhir dengan skor telak 99-62 untuk KBS.
Kekalahan ini bukan sekadar gagal meraih kemenangan. Hasil pahit di Derby Jateng ini menjadi alarm keras bagi SWS. Jika masih ingin menjaga asa meraih target kemenangan, evaluasi besar-besaran tampaknya tak bisa lagi ditunda.(*)












Tinggalkan Balasan