Video Es Jadul Viral, Aparat Akhirnya Minta Maaf, Kakek Penjual Terlanjur Menanggung Malu
JAKARTA| HARIAN7.COM – Sebuah es kue jadul yang biasa dijajakan di sudut-sudut kampung mendadak berubah menjadi perkara serius. Bermula dari kecurigaan, berlanjut ke video viral, dan berakhir pada permintaan maaf aparat. Di Kemayoran, Jakarta Pusat, es hunkue yang dituding mengandung spons ternyata hanya es biasa, tanpa bahan berbahaya, tanpa rekayasa.
Dua aparat, Babinsa Kelurahan Utan Panjang Serda Hari Purnomo dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi, akhirnya angkat bicara. Keduanya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin (26/1) malam. Hadir dalam forum itu Kapolsek Johar Baru Kompol Saiful Anwar, Babinsa Heri, serta para pelapor dari RW 05 dan RT 10 Kelurahan Utan Panjang.
“Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Aiptu Ikhwan dalam keterangannya yang diterima wartawan, Selasa (27/1/2026).
Menurut Ikhwan, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan warga RW 05 Kelurahan Rawa Panjang. Warga, kata dia, khawatir adanya makanan berbahaya yang beredar di lingkungan mereka. Aparat pun bergerak cepat—terlalu cepat, hingga melompati prosedur pemeriksaan ilmiah.
“Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,” jelasnya.
Namun, kesimpulan yang lebih dulu diumumkan ke publik justru menimbulkan kegaduhan. Ikhwan mengakui, mereka menyimpulkan dugaan tersebut tanpa menunggu hasil uji laboratorium forensik. Ia pun menegaskan tidak ada niat mencemarkan nama baik pedagang bernama Sudrajat.
“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami,” kata dia.
Peristiwa ini, lanjut Ikhwan, menjadi pelajaran penting bagi dirinya dan rekannya. Ke depan, penyampaian informasi ke publik akan lebih berhati-hati dan berbasis verifikasi.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga,” imbuhnya.
Uji Laboratorium Membantah Tuduhan
Sementara itu, hasil penyelidikan kepolisian justru mematahkan narasi awal yang terlanjur viral. Pemeriksaan laboratorium forensik memastikan es kue jadul tersebut tidak mengandung bahan berbahaya.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyebut pemeriksaan dilakukan oleh Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya. Seluruh sampel, es kue, es gabus, agar-agar, hingga cokelat, dinyatakan aman dan laik dikonsumsi.
“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas. Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya. Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk hasil resmi masih menunggu proses uji,” Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra dalam keterangannya, Minggu (25/1).
Penyidik Krimsus bahkan mendatangi lokasi pembuatan es di Depok. Hasilnya tetap konsisten. Tidak ada spons, tidak ada bahan berbahaya seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.
“Hasilnya tetap konsisten tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spons sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial,” ujarnya.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dinyatakan aman, Sudrajat dipulangkan ke rumahnya di Kota Depok. Polisi juga mengganti uang dagangan yang sebelumnya diamankan untuk keperluan pemeriksaan.
Sebelumnya, video dua aparat TNI dan Polri yang menduga es jadul berbahan spons sempat viral. Dalam rekaman itu, tampak es dibakar dan diperas sebagai “pembuktian”, disertai pernyataan keras di hadapan sang penjual yang hanya terdiam.
“Harap hati-hati bagi orang tua, karena ini sudah direkayasa dengan bahan bukan kue lagi atau pudding tapi bahan spons ya pak Babinsa. Nah ini bisa dilihat ini bahannya spons,” ujar aparat yang berkaus Polri seperti dilihat, Sabtu (26/1/2026).
“Makan nih, habisin, yang modar biar kamu jangan anak-anak ya,” ujar aparat berseragam TNI sambil menyodorkan es jadul ke mulut kakek penjual es jadul.(Sip)











Tinggalkan Balasan