HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Janji Cuan Berujung Kerumunan, Anggota Sensenow AI Kepung Kantor SNAI Kudus

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Janji manis cuan cepat dari sistem trading berbasis kecerdasan buatan tampaknya mulai terasa pahit. Minggu pagi (11/1/2026), ratusan anggota yang tergabung dalam Sensenow AI (SNAI) berbondong-bondong menggeruduk kantor titik pelayanan SNAI Kudus di Jalan Raya Kudus–Jepara KM 3, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu. Suasana yang semula dijanjikan penuh optimisme investasi berubah menjadi ajang penagihan massal.

Massa datang dengan satu tuntutan sederhana namun mendesak: uang mereka kembali. Dana investasi dan pinjaman yang dijanjikan bisa ditarik kapan saja justru tak kunjung cair. Sejak pagi, halaman kantor dipadati anggota yang meluapkan kekecewaan terhadap pengelola SNAI yang dinilai lebih piawai merangkai janji ketimbang memberi kepastian.

Para anggota mengaku tergoda skema penarikan dana yang katanya mudah dan keuntungan dari sistem trading yang disebut-sebut berbasis sinyal. Realitas di lapangan jauh berbeda. Dana yang sudah disetor justru mengendap tanpa kejelasan, memicu keresahan yang kian menumpuk.

Baca Juga:  Grebeg Pasar Projo, Momentum Menguatkan Identitas Ekonomi dan Budaya Ambarawa

Irwan Junaidi, salah satu anggota, mengaku menyetorkan dana dengan harapan keuntungan sesuai skema yang dipromosikan. Harapan itu kandas ketika akses penarikan dana tersendat hingga tak bisa dilakukan sama sekali.

“Kami hanya ingin uang modal kami kembali. Ini uang hasil jerih payah kami. Tujuan kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban atas dana pinjaman dan saldo yang sampai sekarang belum juga cair,” tegas Irwan.

Irwan juga menyinggung surat pernyataan yang telah dibuat, namun menurutnya tak dijalankan oleh CEO SNAI Kabupaten Kudus. Dalam surat itu, CEO disebut siap bertanggung jawab sesuai aturan hukum yang berlaku, sebuah janji yang kini kembali dipertanyakan.

Kegelisahan anggota, kata mereka, mulai memuncak sejak 5 Desember 2025. Saat itu muncul kebijakan penambahan modal hingga dua kali lipat dari dana awal. Alih-alih menambah keuntungan, dana tersebut justru ikut tersandera dan tak bisa dicairkan hingga sekarang.

Perwakilan anggota lainnya, Kristian, membeberkan bahwa Sensenow AI bergerak di bidang trading dengan skema penyertaan modal awal minimal 100 dolar Amerika Serikat tanpa batas maksimal. Anggota tertarik karena dijanjikan sinyal trading yang diklaim berasal dari sosok bernama Dr. David Anderson.

Baca Juga:  Diduga Dihamili Tetangga, Siswi SMP di Ngawi Mengundurkan Diri dari Sekolah

“Anggota menerima sinyal trading yang diklaim berasal dari Dr. David Anderson, dikirim dua kali sehari pada pukul 12.00 WIB dan 20.00 WIB. Namun dalam perjalanannya, sistem tersebut tidak berjalan sesuai harapan,” jelas Kristian.

Masalah kian ruwet ketika sejumlah anggota mengaku diminta mengembalikan dana pinjaman yang tiba-tiba masuk ke akun pada 5 Desember 2025 agar akun tetap aktif. Janjinya, dana bisa dicairkan awal Januari 2026. Yang terjadi justru sebaliknya.

“Setelah kami mentransfer dana pinjaman, katanya bisa cair awal Januari. Faktanya, dana pinjaman hilang dan modal juga tidak bisa dicairkan,” tambahnya.

Aksi protes sempat memanas, namun masih dalam batas terkendali. Aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Baca Juga:  Salatiga Memilih: Debat Pertama Pilwakot 2024 Diwarnai Antusiasme, Teguran, dan Visi untuk Masa Depan

Di tengah desakan massa, CEO Regional SNAI Kudus, Akhmad Rifai, akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan siap mengembalikan modal kepada anggota yang belum pernah melakukan penarikan serta anggota yang telah membayar pinjaman, terhitung mulai 1 Februari 2026.

Tak hanya itu, Akhmad Rifai juga mengungkapkan fakta lain yang membuat dahi anggota makin berkerut: dana regional SNAI Kudus yang nilainya tak kecil disebut lenyap akibat peretasan.

“Dana regional Kudus sebelumnya ada sekitar Rp4,7 miliar, namun tiba-tiba terkena hacker,” ungkap Akhmad Rifai usai kesepakatan dengan perwakilan anggota.

Saat ini, jumlah anggota SNAI di Kabupaten Kudus disebut mencapai sekitar 3.500 orang. Kantor titik pelayanan yang kini dikepung kekecewaan itu diketahui telah beroperasi sejak 5 Oktober 2025. Janji teknologi dan cuan cepat boleh jadi masih terdengar futuristik, tapi bagi para anggota di Kudus, yang dibutuhkan kini bukan lagi sinyal trading, melainkan kepastian uang kembali.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!