Dukung Ketahanan Pangan, Polres Semarang Panen 45,94 Ton Jagung dan Luncurkan Benih Unggul “Serasi 38”
Editor : Shodiq
UNGARAN | HARIAN7. COM – Polres Semarang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Pada Kamis (8/1/2026), jajaran Polres Semarang melaksanakan panen raya jagung kuartal IV tahun 2025 di lahan hutan sosial BKPH Jembolo Selatan, KPH Semarang, Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo, beserta jajaran PJU Polda Jateng dan Forkopimda Provinsi Jawa Tengah. Turut hadir mendampingi, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha dan unsur Forkopimda Kabupaten Semarang.
Panen raya ini merupakan bagian dari agenda serentak yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara virtual dari Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Kapolda Jateng Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo tidak hanya melakukan prosesi panen, tetapi juga menyerahkan bantuan sembako kepada kelompok tani setempat sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi bersama Polri.
Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, mengungkapkan bahwa total hasil panen dari lahan binaan Polres Semarang hingga kuartal IV mencapai 45,94 ton. “Seluruh hasil panen ini telah kami serahkan ke Bulog untuk memperkuat stok pangan daerah,” ujar AKBP Ratna.
Inovasi Benih Lokal “Serasi 38”
Menatap tahun 2026, Polres Semarang melakukan terobosan dengan mengembangkan benih jagung lokal unggulan yang diberi nama Serasi 38. Benih ini telah diuji coba di tiga lokasi, yakni Pagersari, Candisari, dan Jatirunggo.
“Hasil uji coba menunjukkan tren positif dengan produktivitas rata-rata 10 ton per hektar. Harapannya, benih Serasi 38 ini bisa segera didistribusikan kepada masyarakat untuk meningkatkan hasil tani mereka,” jelas AKBP Ratna.
Saat ini, tercatat luas lahan tanam jagung di wilayah Kabupaten Semarang mencapai 690 hektar, yang mencakup lahan hutan sosial hingga lahan baku sawah pada masa peralihan musim kemarau.
Ke depan, Polres Semarang berencana memperluas area tanam dengan menggandeng pihak Perhutani. “Kami akan memaksimalkan lahan hutan sosial yang kurang produktif dengan memberdayakan kelompok tani setempat agar hasil panen jagung di tahun 2026 lebih maksimal,” tambahnya.
Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh petani. Heni (37), salah satu anggota kelompok tani, mengapresiasi pendampingan dari Polri. Menurutnya, penggunaan bibit unggulan dari Polres Semarang berhasil meningkatkan kualitas hasil panen yang berdampak pada kenaikan harga jual di pasar.(*)













Tinggalkan Balasan