HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Siswanto: Pelestarian Budaya Depok Harus Jadi Investasi Peradaban di Tengah Urbanisasi

DEPOK | HARIAN7.COM – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menegaskan pentingnya penguatan program pelestarian budaya di tengah pesatnya arus urbanisasi yang membawa beragam kultur baru ke Depok. Menurutnya, identitas budaya lokal harus menjadi pijakan moral dan fondasi peradaban agar tidak tergerus perubahan zaman.

Keterangan itu disampaikannya dalam kegiatan Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Beji Tanah Baru, Lapangan Pemuda Pratama, Jumat (5/12). Acara juga dihadiri anggota Dewan Provinsi, Faizin.

Siswanto menjelaskan bahwa Fraksi PKB secara konsisten mendorong Dinas Kearsipan dan Kebudayaan untuk mengembangkan serta menjaga warisan budaya Depok. Salah satu usulan yang pernah digagas adalah konsep “Depok Tempo Dulu” sebagai ikon budaya kota, meskipun inisiatif tersebut belum direalisasikan karena belum adanya keselarasan semangat di internal legislatif yang membuat alokasi anggaran tidak optimal.

Baca Juga:  Sambut Hut ke 14, Partai Nasdem Kota Depok Berbagi Kebahagian di Panti Asuhan 

“Kami menyambut baik dorongan dari pemerintah provinsi untuk memperkuat sektor kebudayaan di setiap kota dan kabupaten. Walaupun sosialisasinya belum seluas tingkat provinsi, kami di DPRD tetap berkewajiban menjaga budaya Depok,” ujarnya,Sabtu (06/12/2025)

Menurutnya, tantangan pelestarian budaya di Depok lebih kompleks dibandingkan daerah lain. Sebagai kota urban, Depok menjadi titik temu beragam budaya luar sehingga semangat mempertahankan budaya asli semakin menipis, kecuali di kalangan warga lokal yang telah menetap sejak lama. Oleh karena itu, ia mengusulkan perlunya survei sederhana untuk memetakan budaya Depok yang paling menonjol agar pengembangannya dapat dilakukan secara terarah. “Esensi budaya itu menjaga peradaban dan etika masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  Kejurkot Voli U-16/U-18 Berakhir Sukses – DPRD Dukung Regenerasi Atlet Lewat Pembentukan Karakter

Tradisi palang pintu dan batik disebutnya sebagai contoh identitas budaya yang masih melekat di masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya warga pendatang menghormati budaya daerah tempat tinggal, sebagaimana wisatawan asing yang menghargai adat setempat.

Siswanto menyatakan bahwa PKB akan terus memperjuangkan penguatan anggaran pelestarian budaya agar upaya tersebut tidak hanya menjadi wacana. Ia mengajak seluruh anggota DPRD Depok untuk menyatukan visi agar budaya lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan identitas kota. “Depok adalah kota suburban yang menerima banyak kultur. Tantangannya adalah bagaimana memfasilitasi keberagaman itu tanpa menghilangkan akar budaya Depok,” ujarnya.

Baca Juga:  Pengadilan Negeri Depok Sepi Usai OTT KPK terhadap Wakil Ketua PN

Meskipun sesekali merindukan budaya asalnya sebagai warga Jawa Timur, ia menegaskan bahwa di mana pun seseorang tinggal, budaya setempat harus dihormati. Menutup pernyataannya, Siswanto berharap pelestarian budaya diposisikan sebagai investasi peradaban jangka panjang guna memperkuat karakter masyarakat di tengah tantangan global. Dengan langkah kolektif dan kebijakan yang tepat, ia yakin Depok dapat berkembang sebagai kota multikultur yang tetap berpijak kuat pada nilai-nilai budayanya.(yopi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!