HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gagal Panen Akibat Banjir, Pemprov Jateng dan Kementan Bantu Petani di Grobogan

SEMARANG | HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian memberikan perhatian khusus kepada petani di Kabupaten Grobogan yang mengalami gagal panen akibat banjir dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Salatiga Menuju Kota Pendidikan Dunia lewat AIICARE 2025

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa Pemprov Jateng siap membantu petani terdampak melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menangani sektor pangan.

Baca Juga:  Alun-alun Merdeka Ngawi Dibanjiri Ribuan Warga! Wayang Kulit Semalam Suntuk Meriahkan Halal Bihalal Bareng Bupati

“Masalah sawah yang terdampak banjir akan kami lihat nanti. Kita akan tanggung jawab, nanti kita hitung dan bantu. Insyaallah, tidak perlu khawatir,” ujar Taj Yasin saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di gerai pangan murah PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama Semarang, Senin (10/3/2025).

Baca Juga:  Kegiatan Panen Serentak, PT Bank DKI Berikan Dukungan Penuh

Pemerintah daerah dan Pemkab Grobogan akan melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi, dan Glugu.

Baca Juga:  Suratno, 71 Tahun, Ditemukan Tak Bernyawa di Teras Rumah Warga

Bantuan Bibit dan Pupuk untuk Petani

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan petani tidak terbebani biaya tanam ulang setelah banjir surut.

“Kita akan upayakan bantuan bibit gratis dan mendayagunakan alsintan (alat mesin pertanian) agar lahan segera bisa diolah kembali,” katanya.

Selain itu, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia untuk memastikan petani yang terdampak mendapatkan akses pupuk, baik melalui program CSR atau mekanisme khusus lainnya.

Baca Juga:  Misteri di Balik Kematian Anak 10 Tahun di Sindangbarang, Dugaan Malapraktik di Puskesmas

Dampak Banjir di Grobogan

Bencana banjir yang melanda Grobogan sejak Sabtu (8/3/2025) disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi, dan Glugu.

Baca Juga:  Dari Pengepul ke Pasar Global: Kopi Temanggung Cahyo Pratomo Tembus Timur Tengah

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Tengah per Minggu (9/3/2025) pukul 23.00 WIB, enam kecamatan terdampak, yaitu Kedungjati, Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, Gubug, dan Tegowanu.

Baca Juga:  Pasokan Pangan Jawa Tengah Tetap Kuat Meski Diterpa El Nino

Banjir dengan ketinggian 10-100 cm berdampak pada 4.271 kepala keluarga dan menyebabkan 280 orang mengungsi. Akses jalan di beberapa titik juga terputus, termasuk jalur antara Dusun Planjaran dan Dusun Mintreng di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug.

Saat ini, sebagian warga mengungsi ke Gereja Tempurung Desa Ringinkidul, Masjid Baitul Makmur Ringinkidul, dan Balai Desa Baturagung.

Baca Juga:  Eskalasi Konflik di Kongo: M23 Kuasai Goma, Ratusan Tewas dan Ribuan Terancam

BPBD Jateng terus berkoordinasi dengan BPBD Grobogan untuk menangani kebutuhan dasar warga, mengevakuasi korban, dan mendistribusikan logistik. Posko keamanan telah didirikan di tanggul Sungai Tuntang, serta pos lapangan di Desa Ringinkidul untuk mendukung penanganan darurat.

Baca Juga:  Bawa Sejumlah Barang Bukti, LSM Kapok Laporkan Dinas PUPR ke Kejaksaan

Pemerintah berharap upaya bantuan ini dapat mempercepat pemulihan kondisi petani dan warga terdampak di Kabupaten Grobogan.(Sim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!