HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Gagal Panen Akibat Banjir, Pemprov Jateng dan Kementan Bantu Petani di Grobogan

SEMARANG | HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian memberikan perhatian khusus kepada petani di Kabupaten Grobogan yang mengalami gagal panen akibat banjir dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga:  Kodam IV/Diponegoro Gelar Taklimat Itjenad TA 2023

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa Pemprov Jateng siap membantu petani terdampak melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menangani sektor pangan.

Baca Juga:  Stok Darah Menipis Usai Lebaran, PMI Salatiga Ajak Warga Berdonor

“Masalah sawah yang terdampak banjir akan kami lihat nanti. Kita akan tanggung jawab, nanti kita hitung dan bantu. Insyaallah, tidak perlu khawatir,” ujar Taj Yasin saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di gerai pangan murah PT Pos Indonesia Kantor Cabang Utama Semarang, Senin (10/3/2025).

Baca Juga:  Keren!! Banjarnegara Raih WTP 10 Kali Secara Berturut-turut

Pemerintah daerah dan Pemkab Grobogan akan melakukan pendataan jumlah warga yang terdampak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi, dan Glugu.

Baca Juga:  Teatrikal Pertempuran Ambarawa Memukau Ribuan Peserta Kemah Ukhuwah Wilayah IX Pramuka SIT Jateng di Lereng Merbabu

Bantuan Bibit dan Pupuk untuk Petani

Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan petani tidak terbebani biaya tanam ulang setelah banjir surut.

“Kita akan upayakan bantuan bibit gratis dan mendayagunakan alsintan (alat mesin pertanian) agar lahan segera bisa diolah kembali,” katanya.

Selain itu, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan PT Pupuk Indonesia untuk memastikan petani yang terdampak mendapatkan akses pupuk, baik melalui program CSR atau mekanisme khusus lainnya.

Baca Juga:  Samsudin"Doyok" Resmi Nahkodai Hamong Projo Kabupaten Semarang, Fokus pada Penguatan Koperasi dan Ketahanan Pangan Desa

Dampak Banjir di Grobogan

Bencana banjir yang melanda Grobogan sejak Sabtu (8/3/2025) disebabkan oleh curah hujan tinggi yang mengakibatkan jebolnya tanggul Sungai Tuntang dan Klitih, serta luapan Sungai Tuntang, Lusi, dan Glugu.

Baca Juga:  Duku Sumber Hadipolo, Buah Lokal Kudus yang Tetap Manis di Setiap Musim

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Tengah per Minggu (9/3/2025) pukul 23.00 WIB, enam kecamatan terdampak, yaitu Kedungjati, Toroh, Purwodadi, Tawangharjo, Gubug, dan Tegowanu.

Baca Juga:  Soal Berita Dugaan Peristiwa Penodongan Oleh Oknum Mengaku Kejaksaan, Pemred Harian7.com: Biro kami sudah melakukan konfirmasi dan kita patuhi KEJ

Banjir dengan ketinggian 10-100 cm berdampak pada 4.271 kepala keluarga dan menyebabkan 280 orang mengungsi. Akses jalan di beberapa titik juga terputus, termasuk jalur antara Dusun Planjaran dan Dusun Mintreng di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug.

Saat ini, sebagian warga mengungsi ke Gereja Tempurung Desa Ringinkidul, Masjid Baitul Makmur Ringinkidul, dan Balai Desa Baturagung.

Baca Juga:  Kampus Memanas! Ribuan Mahasiswa dan Dosen FTI UKSW Demo, Tuding Pimpinan Arogan dan FTI Jadi "Sapi Perah"

BPBD Jateng terus berkoordinasi dengan BPBD Grobogan untuk menangani kebutuhan dasar warga, mengevakuasi korban, dan mendistribusikan logistik. Posko keamanan telah didirikan di tanggul Sungai Tuntang, serta pos lapangan di Desa Ringinkidul untuk mendukung penanganan darurat.

Baca Juga:  Pelatihan Forklift hingga Barista Jadi Senjata Baru Lulusan, Menaker Dorong Vokasi Tembus Dunia Industri

Pemerintah berharap upaya bantuan ini dapat mempercepat pemulihan kondisi petani dan warga terdampak di Kabupaten Grobogan.(Sim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!