HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Cegah Penyebaran PMK, Dua Pasar Hewan di Rembang Ditutup Sementara

REMBANG | HARIAN7.COM – Dua pasar hewan di Kabupaten Rembang, yakni Pasar Hewan Pamotan dan Pasar Hewan Kragan, resmi ditutup sementara untuk memutus mata rantai penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Langkah ini diambil setelah ditemukan sapi yang diduga terjangkit PMK diperjualbelikan di Pasar Hewan Pamotan.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran Covid, TNI-Polri Dan Satpol PP Kota Tegal Gelar Razia Masker

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Rembang, Mahfudz, menjelaskan bahwa keputusan penutupan diambil berdasarkan rekomendasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dintanpan). Petugas mendapati tiga ekor sapi bergejala PMK dari luar daerah dijual di Pasar Hewan Pamotan, meski telah diminta untuk dikembalikan ke asalnya.

Baca Juga:  Polresta Cilacap Gelar Rekonstruksi Kasus Tawuran Dua Kelompok Massa Di Cilacap, Tersangka Baru Terungkap

“Mereka disuruh pulang tidak mau, dengan alasan sudah jauh-jauh datang. Karena itu, kami memutuskan menutup sementara Pasar Hewan Pamotan,” ujar Mahfudz, Kamis (23/1/2025).

Baca Juga:  PLN Icon Plus Tata Kabel Optik di Jantung Kota Sragen

Penutupan sementara ini akan berlangsung selama empat pekan atau empat kali pasaran. Selain Pasar Hewan Pamotan, Pasar Hewan Kragan juga ditutup sebagai langkah antisipasi agar pedagang ternak tidak berpindah lokasi ke sana. Meski belum ditemukan kasus serupa di Pasar Hewan Kragan, tindakan ini dinilai perlu untuk mencegah penyebaran PMK.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih Adakan Retreat di Akademi Militer Magelang

Mahfudz menambahkan, pihaknya menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk memastikan kebijakan ini berjalan lancar. Pengawasan ketat dilakukan, termasuk menyegel pintu masuk pasar hewan dan memastikan tidak ada transaksi jual beli selama masa penutupan.

Baca Juga:  Pimpin Apel Pagi, Kepala Rutan Salatiga Tekankan Tiga Hal Penting

“Nanti akan kami evaluasi kembali sebelum memutuskan pembukaan pasar,” pungkas Mahfudz.(Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!