HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Publikasi Hoaks Biaya Masuk Akpol, Bimbel ASN Institute Terjerat Hukum

MAKASAR | HARIAN7.COM – Sebuah tempat bimbingan belajar (bimbel) di Kota Makassar, ASN Institute, menjadi sorotan setelah terungkap menyebarkan informasi bohong terkait biaya masuk Akademi Kepolisian (Akpol).

Bimbel yang dikelola oleh PT Digi Teknologi Indonesia itu mengunggah artikel berjudul “Nominal Biaya Pendidikan Akpol 2025 Yang Wajib Kamu Ketahui” di situs resminya, mengklaim bahwa tes masuk Akpol membutuhkan biaya hingga puluhan juta rupiah.

Baca Juga:  Cindy Oktarina Atlet Asal DKI JakartaPersembahkan Medali Perunggu di Peparnas XVII Solo

Kasubdit Cybercrime Polda Sulsel, Kompol Bayu Wicaksono, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. “Pada kenyataannya, biaya masuk Akpol itu tidak ada,” ujarnya saat konferensi pers di Polda Sulsel, Selasa (21/1/2025).

Baca Juga:  Oknum Kades di Magelang nyabu bareng, Digerebek Saat Pesta Sabu di Kos-kosan

Kasus ini terungkap melalui patroli siber yang dilakukan Bareskrim Polri, yang kemudian menemukan pelaku di lokasi ASN Institute. Polisi telah memeriksa tiga orang terduga pelaku, yakni AIS (22), pembuat artikel; AF (28), bagian marketing; dan TM (34), pimpinan PT Digi Teknologi Indonesia.

Baca Juga:  Santri Panen Lele di Sraten, Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren

“Mereka mengakui bahwa tujuan artikel tersebut adalah untuk menarik peserta ke bimbel ASN Institute,” tambah Kompol Bayu.

Baca Juga:  Wapres Gibran Kunjungi MBG di Magelang, Begini Katanya

Kasubbag Selek Bagdalpers Ro SDM Polda Sulsel, Kompol I Made Suarma, juga menegaskan bahwa seleksi masuk Akpol dan penerimaan Polri sepenuhnya gratis. “Saya tegaskan, masuk Polri itu gratis,” katanya.

Baca Juga:  Ditopang Fundamental yang Solid, Laba Kuartal III 2025 PT SBI Tbk Naik 12,3 Persen

Sementara itu, pimpinan ASN Institute, AF, telah meminta maaf atas penyebaran informasi hoaks tersebut. “Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kekeliruan informasi yang kami berikan,” ucapnya.

Baca Juga:  Tim Jatanras Polres Tanjung Perak Berhasil Tangkap Pelaku Curi Mobil Pick-Up dalam Waktu Kilat Kurang Dari 24 Jam

Ketiga pelaku kini dijerat Pasal 45A ayat (1) dan (2) jo Pasal 28 ayat (1) dan (2) UU ITE dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal enam tahun dan/atau denda hinggaRp 1 miliar.(Rar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!