HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Terkait Penyemprotan Tempat Usaha, Hendi Tegur Keras Satpol PP

Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat memimpin upacara kegiatan kesiapan PPKM darurat, dilapangan pancasila, Semarang, Senin (6/7).

Penulis : Andi Saputra | Editor : M.Nur


SEMARANG, Harian7.com – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan tidak pernah memberi perintah penyemprotan pada tempat usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat di Ibu Kota Jawa Tengah. 

“Tindakan penyemprotan tersebut diluar sepengetahuannya dan tidak sesuai dengan arahan yang telah diberikannya,” ujarnya, Senin (6/7) malam. 

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Jalan Bawen-Salatiga, Arus Lalu Lintas Tersendat Lebih dari 1 Kilometer

Apalagi, lanjutnya, sebelum viralnya aksi penyemprotan tempat usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat, seperti salah satunya di wilayah Mijen pada Senin (6/7), di hari yang sama.

“Saya juga telah menekankan untuk jajarannya tidak melakukan tindakan yang diluar perintahnya, termasuk penyemprotan tempat usaha yang melanggar PPKM darurat. 

Menurutnya, seluruh jajarannya harus tegak lurus bertindak sesuai komandonya, dan tidak mengambil tindakan sendiri dalam menjalankan tugas.

Baca Juga:  Mulai 1 November 2024, BPJS Kesehatan Jadi Syarat Wajib Pembuatan SIM di Satpas Colombo Surabaya

Dia menuturkan, dengan adanya tindakan dari jajarannya yang dilakukan tanpa berkoordinasi terlebih dahulu, membuat upaya penegakan aturan PPKM Darurat di Kota Semarang menjadi kontra produktif, dan tidak mendapat simpati dari masyarakat.

Dia menambahkan, Semua tindakan harus efisien dan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sampaikan kepada masyarakat dengan santun. Jangan sampai karena rekan – rekan capek menjalankan tugas, kemudian ada tindakan – tindakan yang kontra produktif

Baca Juga:  Capai 56 Persen ,Rehabilitasi Bendungan Cacaban Awal 2022 Ditargetkan Rampung

“Saya tegur Kepala Satpol PP, karena Satpol PP secara terang – terangan menyemprot warung – warung yang masih berjualan. Saya rasa masih banyak cara yang bisa kita lakukan, supaya kemudian semua bisa nurut dengan aturan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!