Laporan: Muhamad Nuraeni
GROBOGAN | HARIAN7.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memanen 130 kilogram ikan lele mutiara dari program budidaya perikanan yang melibatkan warga binaan. Hasil panen tersebut selanjutnya dijual kepada pembeli sebagai bagian dari kegiatan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Program ini menjadi salah satu upaya Lapas Purwodadi dalam mengembangkan pembinaan kemandirian melalui keterampilan praktis. Warga binaan dilibatkan dalam proses pemeliharaan ikan, pemberian pakan, pemantauan pertumbuhan, hingga panen.
Selain mendukung ketahanan pangan, budidaya lele diarahkan untuk membekali warga binaan dengan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Prayogo Utomo, mengatakan panen tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Panen lele mutiara sebanyak 130 kilogram ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Hasil panen yang kemudian dijual kepada pembeli menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan warga binaan, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Prayogo, Jumat (16/10/2026).
Menurut Prayogo, budidaya perikanan berpotensi terus dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan produktivitas warga binaan.
Keterlibatan langsung dalam kegiatan budidaya diharapkan memberikan pengalaman kerja sekaligus pemahaman mengenai proses produksi hingga pemasaran hasil usaha.
Sementara itu, Kepala Lapas Purwodadi Erik Murdiyanto menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada seluruh warga binaan.
“Tentunya selalu program yang sudah ada, kami terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan dan pelayanan terbaik kepada seluruh warga binaan tanpa kecuali sehingga secara langsung nantinya dapat bermanfaat bagi warga binaan saat mereka menjalani masa pidana ataupun setelah mereka bebas,” tandasnya.
Program budidaya lele tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan berpotensi menghasilkan pendapatan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi modal untuk membuka peluang usaha serta beradaptasi kembali dengan kehidupan masyarakat setelah bebas.









Tinggalkan Balasan