KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM – Budhi Purno Boyo secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepala Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Membawa visi perubahan dan kesejahteraan, ia berkomitmen untuk mengoptimalkan potensi lokal, khususnya sektor pariwisata dan pacuan kuda yang menjadi ikon desa tersebut.
Saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (17/10/2026), Budhi mengungkapkan bahwa keputusannya untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) didasari oleh niat tulus dari hati serta dorongan kuat dari masyarakat setempat. Ia ingin membawa Tegalwaton menjadi desa yang jauh lebih baik dan dikenal di tingkat nasional.
“Pertama-tama, ya, karena suatu niat dari hati ingin membangun Desa Tegalwaton yang lebih baik. Meskipun sekarang sudah baik, akan kita buat lebih baik lagi. Dorongan dari masyarakat juga menguatkan niat saya untuk mencalonkan diri,” ujar Budhi Purno Boyo saat diwawancarai, Sabtu(17/10/2026).
Dalam program kerjanya, Budhi berencana membentuk pemerintahan yang melayani dan amanah. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dengan memanfaatkan potensi wisata Pacuan Kuda Tegalwaton. Menurutnya, pengelolaan pariwisata yang maksimal akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga.
Budhi menjelaskan bahwa dirinya berkomitmen penuh untuk mengabdi di tanah kelahirannya. Saat ini, ia telah mengantongi izin cuti alasan penting dari Walikota selama 30 hari untuk fokus dalam proses pencalonan.
Jika dirinya terpilih menjadi Kepala Desa Tegalwaton, Ia juga menegaskan akan mengajukan pensiun dini dari statusnya sebagai aparatur sipil negara dua tahun lagi saat usianya menginjak 50 tahun.
Menghadapi kontestasi yang diikuti oleh lima kandidat—termasuk Rio Haryanto, Agung Santoso, Basarudin, dan Bawel—Budhi mengajak semua pihak untuk menjaga iklim politik yang sejuk. Ia menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan cerdas demi menjaga kedamaian desa.
“Motor perjuangan kita adalah ‘Becike Seduluran Saklawase’ (baiknya persaudaraan selamanya).
Kita harus memberikan suasana yang adem ayem karena kita semua adalah satu keluarga besar Tegalwaton. Kita sudah sepakat dengan teman-teman calon yang lain untuk berkompetisi secara sehat agar situasi tetap aman, tentram, dan terkendali,” tegas Budhi, merujuk pada prinsip hidupnya Roso, Rumongso, Ngrumangsani.
Tanggapan Warga: Sosok Aspirator Pembangunan yang Nyata
Rencana pencalonan Budhi mendapat sambutan hangat dari warga Tegalwaton. Selama ini, Budhi dikenal sebagai sosok aspirator yang peduli dan kerap membantu menjembatani pembangunan infrastruktur di lingkungan tempat tinggalnya.
Ahmad (45), salah seorang warga setempat, menyatakan dukungannya karena melihat rekam jejak kebaikan Budhi yang dinilai konkret. Ia menilai Budhi adalah sosok yang mau mendengar keluhan warga bawah.
Senada dengan Ahmad, Siti (38) mengungkapkan bahwa kebaikan Budhi tidak perlu diragukan lagi. Menurutnya, konsep seduluran saklawase yang digaungkan oleh Budhi benar-benar tercermin dari perilakunya sehari-hari yang gemar menolong tanpa membeda-bedakan.
Warga berharap, di bawah kepemimpinan Budhi kelak, potensi Pacuan Kuda Tegalwaton bisa membawa nama desa mereka bersinar hingga ke tingkat nasional.(*)









Tinggalkan Balasan