SURUH,HARIAN7.COM — Calon kepala desa petahana, Sutriyono, S.H., resmi mendaftarkan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gunung Tumpeng, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, untuk masa jabatan periode ketiga pada Kamis (15/10/2026) siang.

Saat ditemui pada Sabtu (17/10/2026), Sutriyono menegaskan komitmennya untuk kembali mengabdi kepada negara dan masyarakat dengan mengedepankan pelayanan prima yang transparan serta menjaga kerukunan antarwarga selama proses demokrasi berlangsung.

Sutriyono menyampaikan bahwa niatnya maju kembali dilandasi oleh semangat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui pembangunan desa yang maju, baik dan sejahtera. Ia menekankan pentingnya memberikan keteladanan yang rendah hati agar tim sukses dan para kader dapat bersama-sama mengendalikan suasana di lapangan agar tetap kondusif.

“Bagaimana untuk mengendalikan kader-kadernya dan tim suksesnya, kalau calon kepala desanya itu memberikan suasana yang kondusif, bisa. Niatan saya berjuang mengisi kemerdekaan ini untuk mengabdikan diri kepada negara dan bagaimana melayani, membangun desa yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” ujar Sutriyono saat ditemui di Suruh, Sabtu (17/10/2026).

Ia juga menambahkan imbauannya terkait kedewasaan berpolitik warga, “Pemilihan kepala desa ini saya minta dibuat santai saja, buat main-main, buat senyum saja, artinya dibuat ketawa aja. Jadi jangan nanti ada yang lirik-lirikan. Nanti akan kembali lagi kepada masyarakat, kerukunan itu harapan saya.” harapnya.

Sutriyono menjelaskan bahwa salah satu visi misi utamanya adalah terus menjalankan pelayanan administrasi desa secara gratis tanpa adanya pungutan biaya apa pun kepada masyarakat. Ia mengklaim bahwa selama dua periode kepemimpinannya atau sekitar 14 tahun terakhir, dirinya sama sekali tidak pernah memungut biaya dari masyarakat untuk keperluan surat-menyurat maupun pembuatan surat jual-beli tanah.

Selain aspek pelayanan, ia juga memaparkan capaian keberhasilan pembangunan infrastruktur desa selama kepemimpinannya, khususnya dalam mengatasi masalah kekeringan.

Sutriyono menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 11 titik sumur bor yang berhasil dibangun, sehingga kebutuhan air bersih warga Gunung Tumpeng tetap tercukupi dengan baik meskipun di musim kemarau panjang. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan barometer utama dari kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.(*)