DEPOK| HARIAN7.COM — Beredarnya video yang diduga memperlihatkan pesta barang terlarang di Rutan Kelas I Depok, Cilodong, berbuntut kabar pergantian pimpinan di lingkungan rumah tahanan tersebut.

Kepala Rutan (Karutan) Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Bogi Nurseto, disebut-sebut telah diganti dari jabatan masing-masing.

Informasi tersebut disampaikan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber itu, posisi kedua pejabat tersebut saat ini telah mengalami pergantian.
“Sudah diganti kedua-duanya,” ujar sumber tersebut,Jumat (9/10/2026)

Sumber yang sama menyebutkan, untuk sementara kepemimpinan Rutan Kelas I Depok dijalankan oleh pelaksana harian (Plh). Namun, informasi mengenai pejabat yang ditunjuk serta asal unit kerjanya masih belum dapat dipastikan.

Sumber tersebut menyebut nama Paledang atau Sentul sebagai kemungkinan asal pejabat yang mengisi posisi sementara itu. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Kabar pergantian pimpinan ini mencuat setelah video yang diduga memperlihatkan sejumlah warga binaan menikmati barang terlarang di dalam rutan menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pengamanan di dalam rutan, termasuk langkah evaluasi terhadap jajaran petugas yang bertanggung jawab.

Hingga berita ini disusun, informasi mengenai pencopotan Ario Galih Maduseno dan pergantian Bogi Nurseto masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.