Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Presiden Tronjol-Tronjol Mahasik, Nur Hadi, ikut menyoroti pembangunan jalan di depan Pasar Brayung, Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Ia meminta pengerjaan ruas jalan tersebut dipercepat karena dinilai mulai mengganggu akses dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Nur Hadi yang juga memiliki usaha pijat di kawasan Pasar Brayung mengatakan, pembangunan jalan sebenarnya mendapat sambutan positif dari masyarakat. Namun, proses pengerjaan yang telah berlangsung sekitar satu bulan membuat mobilitas warga dan kegiatan perdagangan di sepanjang ruas tersebut ikut terdampak.
”Kalau bisa dipercepat pembangunannya. Kalau memang masih ada dan kemanusiaan masih ada, tolong dipercepat. Karena bisa mengganggu fasilitas kegiatan masyarakat,” kata Nur Hadi.
Menurutnya, dampak pembangunan paling terasa dari sisi akses. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya selesai membuat masyarakat kesulitan beraktivitas seperti biasa. Hal itu kemudian berimbas terhadap kegiatan ekonomi warga yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas perdagangan di sekitar jalan.
”Ya ini, terganggu secara ekonomi itu pasti. Sepanjang perdagangan, baik warga sini maupun luar warga Mejobo itu pasti,” ujarnya.
Selain akses yang terganggu, debu juga menjadi persoalan selama pengerjaan. Meski demikian, Nur Hadi mengaku tidak terlalu mempermasalahkan debu dibandingkan kendala akses yang dirasakan masyarakat.
Ia menyebut kepadatan lalu lintas biasanya semakin terasa pada jam berangkat dan pulang kerja serta waktu berangkat dan pulang sekolah. Pada waktu tersebut, arus kendaraan meningkat sehingga kondisi jalan yang sedang dibangun semakin terasa dampaknya.
Nur Hadi juga menyoroti kondisi pedagang di sepanjang tepi jalan. Menurutnya, berkurangnya akses membuat sebagian calon pembeli memilih tidak datang. Bahkan, ia menyebut terdapat pelaku usaha yang sampai berhenti berjualan.
”Di pasar masih tetap biasa, tetapi ya tetap berkurang. Yang di sepanjang tepi jalan ini yang kasihan karena masalah aksesnya,” katanya.
Ruas jalan yang diperbaiki tersebut diperkirakan memiliki panjang hampir 300 meter. Pengerjaan dimulai dari depan Pasar Brayung hingga depan Masjid Mejobo.
Nur Hadi menegaskan, masyarakat sebenarnya sangat mendukung pembangunan tersebut. Perbaikan jalan dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur warga. Karena itu, ia berharap prosesnya segera dituntaskan tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan.
”Harapannya dipercepat, itu saja. Dan diperbagus kualitasnya, nah ini yang penting,” ujarnya.
Ia juga menilai ruas tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat karena merupakan jalur utama, bukan sekadar jalan alternatif. Kendaraan dari sejumlah wilayah seperti Sukolilo dan Kayen di Kabupaten Pati hingga Purwodadi disebut kerap melintas melalui jalur tersebut ketika menuju Kudus.
”Ini jalur utama. Dari Pati, Sukolilo, Kayen, Purwodadi bahkan lewatnya sini. Lebih cepat sini, lebih enak kalau mau ke Kudus,” jelasnya.
Dengan tingginya aktivitas kendaraan, Nur Hadi berharap pengerjaan dapat segera rampung sehingga akses masyarakat kembali normal dan aktivitas ekonomi pedagang di sekitar Pasar Brayung tidak terus terganggu.
Ia menilai perbaikan jalan tetap perlu didukung masyarakat, tetapi percepatan pengerjaan menjadi hal penting agar manfaat pembangunan bisa segera dirasakan warga.









Tinggalkan Balasan