Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA, HARIAN7.COM – Belajar tentang hewan pembawa penyakit dan proses produksi susu ternyata bisa menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak-anak. Sebanyak 85 siswa kelas tiga SDIT Nidaul Hikmah Salatiga mengikuti kegiatan outing class dengan mengunjungi Museum Dunia Vektor (Duver) dan Pabrik Susu Segar Nasional, Rabu (14/10/2026).
Didampingi delapan guru, para siswa mengunjungi Museum Dunia Vektor di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) Salatiga, kemudian melanjutkan perjalanan ke pabrik CV Cita Nasional di kawasan Pendingan, Getasan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan ini dirancang agar siswa bisa belajar langsung dari lingkungan sekitar, bukan hanya melalui buku pelajaran di kelas.
Kepala Sekolah SDIT Nidaul Hikmah Salatiga, Dony Prasetyo Nugroho, kepada Harian7.com mengatakan, pembelajaran di luar kelas menjadi salah satu cara untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa.
Menurutnya, pengalaman melihat dan mengamati langsung dapat membantu anak-anak memahami materi pembelajaran dengan lebih mudah.
Mengenal Nyamuk hingga Tikus di Museum Vektor. Tujuan pertama rombongan adalah Museum Dunia Vektor (Duver) di BBLKL Salatiga.
Di tempat ini, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis hewan yang dapat menjadi pembawa atau penular penyakit, antara lain nyamuk, lalat, tikus, kecoa, dan kelelawar.
Melalui penjelasan dan pengamatan secara langsung, siswa belajar mengenali hewan-hewan tersebut sekaligus memahami kaitannya dengan kesehatan manusia.
Mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit.
Dony menjelaskan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu anak-anak sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan sejak dini.
“Anak-anak bisa mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda ketika melihat langsung objek yang dipelajari. Kami berharap pengetahuan yang mereka peroleh tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Melihat Langsung Proses Produksi Susu
Setelah belajar tentang hewan pembawa penyakit, rombongan melanjutkan perjalanan ke Pabrik Susu Segar Nasional, CV Cita Nasional, di wilayah Pendingan, Getasan, Kabupaten Semarang.
Di lokasi ini, para siswa berkesempatan melihat secara langsung proses produksi susu segar.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran kepada anak-anak mengenai tahapan pengolahan susu sebelum menjadi produk yang dikonsumsi masyarakat.
Selain menambah wawasan tentang dunia industri pangan, pengalaman ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan pentingnya memilih makanan dan minuman yang mendukung kesehatan tubuh.
Menurut Dony, pembelajaran melalui kunjungan edukatif dapat membantu siswa menghubungkan materi di sekolah dengan kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat. Dengan mengunjungi tempat-tempat edukatif, wawasan mereka bertambah dan mereka bisa memahami berbagai hal melalui pengalaman secara langsung,” tambahnya.
Belajar Sambil Menjelajah
Kegiatan outing class menjadi salah satu upaya SDIT Nidaul Hikmah Salatiga menghadirkan pembelajaran yang lebih variatif.
Melalui kunjungan ke museum dan pabrik susu, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga diajak mengamati lingkungan, mengajukan pertanyaan, dan memahami proses yang terjadi di sekitar mereka.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, serta memperluas wawasan tentang proses produksi pangan.
Dengan pembelajaran di luar kelas, sekolah berharap kegiatan belajar menjadi lebih bermakna dan meninggalkan pengalaman berkesan bagi para siswa.









Tinggalkan Balasan