DEPOK | HARIAN7.COM — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok bersiap memulai pekerjaan fisik pelebaran kawasan Simpang Parung Bingung pada pekan depan. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kapasitas jalan dan mengurai kemacetan kronis yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
Proyek konstruksi Tahun Anggaran 2026 ini akan mencakup kawasan Simpang Parung Bingung, Jalan Raya Sawangan, Jalan Raya Muchtar, hingga Jalan Meruyung Raya.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menyampaikan bahwa seluruh tahapan persiapan awal, termasuk peninjauan dan pemetaan di lapangan, telah rampung dilaksanakan.
”Sebagai tahapan persiapan, Dinas PUPR Kota Depok telah menyelesaikan survei lapangan bersama para pemilik utilitas. Hal ini dilakukan guna memastikan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana dan meminimalkan potensi kendala teknis di lapangan,” ujar Yodi,Rabu (7/10/2026)
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Depok, Teguh Iswahyudi, menambahkan bahwa fungsionalisasi pekerjaan akan difokuskan pada titik-titik krusial yang selama ini menjadi leher botol (bottleneck) arus lalu lintas.
”Pekerjaan akan difokuskan pada sisi timur Jalan Raya Muchtar mulai dari kawasan Simpang Parung Bingung sepanjang kurang lebih 424 meter,” terang Teguh.
Teguh menjelaskan, penanganan tersebut meliputi pembangunan jalur baru pada lahan yang telah dibebaskan sebelumnya, serta pengerjaan duplikasi jembatan eksisting. Rincian pembebasan lahan terbagi dalam empat segmen, yakni Segmen 1 seluas 2.145 m², Segmen 2 seluas 5.307 m², Segmen 3 seluas 2.401 m², dan Segmen 4 seluas 184 m².
Lalu Lintas Tetap Dibuka
Dinas PUPR memastikan bahwa pelaksanaan konstruksi ini tidak akan menghentikan total arus kendaraan masyarakat.
”Karena pekerjaan berfokus pada pembangunan jalur baru, jalur utama eksisting tetap dapat digunakan sehingga aktivitas lalu lintas masyarakat diupayakan tidak terganggu selama pelaksanaan konstruksi berlangsung,” jelas Yodi.
Pelebaran Simpang Parung Bingung ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kota Depok sekaligus memurai kepadatan lalu lintas harian yang menghubungkan kawasan Sawangan, Meruyung, hingga akses menuju Pondok Labu dan Lebak Bulus.









Tinggalkan Balasan