Laporan: Muhamad Nuraeni
SEMARANG, HARIAN7.COM – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan badan usaha milik desa (BUMDes), serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi sejumlah program yang akan dilanjutkan H Agus Yuliyanto jika kembali terpilih sebagai Kepala Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.
Petahana yang kembali maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suruh periode 2027–2035 itu mengatakan, program yang telah berjalan akan dilanjutkan, terutama yang belum sepenuhnya terealisasi.
Saat ditemui Harian7.com, Jumat (16/10/2026), Agus menyebut penguatan sumber daya manusia dan karakter masyarakat menjadi bagian dari program yang ingin diteruskannya.
“Yang pertama, program kemarin yang belum terselesaikan akan tetap kita lanjutkan. Di antaranya penguatan karakter dan sumber daya manusia, kemudian UMKM,” kata Agus.
Menurut dia, pengembangan UMKM penting untuk memperkuat perekonomian masyarakat. Potensi yang akan didorong tidak hanya usaha makanan ringan dan makanan berat, tetapi juga sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Produk Desa Suruh Tembus Pasar Ekspor
Agus mencontohkan produk kerajinan papan catur dan meja berbahan kayu jati yang dikombinasikan dengan resin sebagai salah satu potensi usaha lokal yang telah menembus pasar ekspor.
Khusus produk papan catur, menurut Agus, perajin setempat juga telah memiliki pasar di tingkat nasional.
Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan agar semakin banyak kegiatan ekonomi masyarakat yang tumbuh dan memberikan manfaat bagi warga.
Pemerintah desa, lanjut Agus, juga telah mendata produk-produk UMKM untuk didorong memenuhi persyaratan perizinan dan sertifikasi halal.
“Kita sudah menyiapkan pendataan produk untuk mengikuti sertifikasi halal dan mengurus perizinan yang diperlukan. Harapannya, produk-produk dari Desa Suruh bisa semakin berkembang,” ujarnya.
Selain UMKM, penguatan BUMDes menjadi salah satu prioritas yang ingin dilanjutkan Agus jika kembali dipercaya memimpin desa.
Ia berharap BUMDes mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa sehingga tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah.
Agus menyebut Desa Suruh telah berstatus desa mandiri sejak 2023. Setahun kemudian, desa tersebut juga ditetapkan sebagai desa percontohan antikorupsi yang, menurut Agus, mendapat kunjungan langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Capaian tersebut, kata dia, menjadi tanggung jawab bersama untuk dipertahankan.
“Visi kami ke depan adalah membuat masyarakat lebih maju dan bermartabat. Apa yang sudah baik harus kita pertahankan dan program yang belum selesai harus kita lanjutkan,” katanya.
Dua Calon Berebut Dukungan Warga
Pilkades Suruh periode 2027–2035 diikuti dua bakal calon yang telah mendaftarkan diri hingga penutupan pendaftaran.
Panitia Pilkades Suruh, Muhammad Hasan Basuki, mengatakan kedua pendaftar tersebut adalah petahana Agus Yuliyanto dan Umi Latifah. Keduanya tercatat memiliki KTP Desa Suruh.
Hasan, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pemerintahan Desa Suruh, menjelaskan bahwa panitia pilkades berjumlah tujuh orang dengan keterwakilan sejumlah unsur masyarakat.
Unsur tersebut meliputi perangkat desa, lembaga pemberdayaan masyarakat desa (LPMD), karang taruna, unsur perempuan, dan tokoh masyarakat.
Menurut Hasan, persiapan pilkades sejauh ini berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan pemilihan, panitia berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan satuan perlindungan masyarakat (linmas).
“Kami bekerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan linmas untuk menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah. Kami juga menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp RT, RW, dan grup masyarakat lainnya,” kata Hasan.
Berdasarkan data awal yang disampaikan Hasan, jumlah pemilih mencapai 6.350 orang. Jumlah tersebut masih berpotensi berubah setelah dilakukan pemutakhiran data pemilih.
Percetakan Surat Pemberitahuan Jadi Perhatian Panitia
Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Suruh, Masrukhan, mengatakan salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian adalah pencetakan surat pemberitahuan atau kartu bagi pemilih.
Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan mendekati 6.500 orang, panitia harus memastikan seluruh kebutuhan administrasi tersebut selesai tepat waktu.
Menurut Masrukhan, waktu persiapan yang terbatas mengharuskan panitia mempertimbangkan strategi pencetakan yang efektif.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah membagi pekerjaan kepada beberapa penyedia jasa percetakan agar proses produksi dapat berjalan sesuai jadwal.
“Jumlah pemilih kita hampir 6.500 orang. Dengan rentang waktu yang pendek, tentu harus ada strategi supaya pencetakan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Ia mengatakan panitia masih menginventarisasi kebutuhan dan mempertimbangkan kapasitas penyedia jasa sebelum menentukan teknis pencetakan.
Langkah tersebut diperlukan agar persoalan administrasi tidak menghambat kelancaran pemungutan suara.
Pilkades Suruh dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2026.
Agus Ajak Warga Gunakan Hak Pilih
Di tengah persiapan tersebut, Agus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pilkades dengan datang ke tempat pemungutan suara.
Ia menilai pemilihan kepala desa merupakan pesta demokrasi masyarakat yang harus dijalankan dengan semangat kebersamaan.
Agus juga berharap partisipasi pemilih tetap tinggi, termasuk dari warga yang bekerja di luar daerah.
“Ini pesta demokrasi, pesta rakyat. Mari kita semarakkan bersama dengan datang dan menggunakan hak pilih. Siapa pun yang nantinya terpilih, kita harus tetap menjunjung tinggi demokrasi,” kata Agus.
Ia memperkirakan tingkat partisipasi pemilih di Desa Suruh selama ini berkisar 70–80 persen. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan yang disampaikan Agus dan perlu dikonfirmasi dengan data resmi penyelenggaraan pemilihan sebelumnya.
Agus juga menilai keterlibatan generasi muda penting dalam pembangunan desa. Karena itu, koordinasi dengan karang taruna dan masyarakat akan terus didorong agar warga tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga terlibat dalam memikirkan kemajuan desa.
Dengan dua calon yang bersaing, panitia kini berfokus menyelesaikan persiapan teknis, sementara para kandidat diharapkan dapat menawarkan program terbaik bagi masyarakat Desa Suruh.









Tinggalkan Balasan